Connect with us

Kota Tangerang

Arief: Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Harus Tepat Sasaran

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah saat sambutan. (Uad)

TANGERANG,MO – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah membuka acara – Untuk mewujudkan visi Kota Tangerang Workshop Pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Tangerang Tahun 2019, yang bertempat di Aula Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (13/3).

Dalam sambutannya, ia berharap Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu membawa kehidupan masyarakat lebih baik dan sejahtera. “Kita harapkan program ini benar-benar sampai ke masyarakat. Untuk itu perlu adanya akuntabilitas dan transparansi,” ujar Arief.

Berdasarkan data Kemensos RI terdapat 49.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau senilai 65 milyar rupiah lebih yang akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Tangerang. Arief pun menginstruksikan Dinsos Kota Tangerang untuk mendata kembali KPM yang benar-benar berhak menerima BPNT.

“Nanti akan kita data ulang sambil berjalan benar gak datanya. Supaya masyarakat bisa sama-sama mengevaluasi bahwa bantuan ini berhak untuk mereka yang membutuhkan,” tegas Arief didepan 325 peserta workshop.

“Jangan sampai yang harusnya menerima malah gak dapat, dan yang tidak berhak malah dapat,” imbuhnya lagi.

Arief pun mendorong kerjasama dari Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan aparatur wilayah agar masyarakat mendapatkan haknya.

“Jangan ada yang motong-motong. Ini buat masyarakat, sehingga terbangun keadilan sosial,” tukasnya. (uad)

Kota Tangerang

Ganggu Aktifitas Belajar, Kepala Dinas Pendidikan Temui Perwakilan Tol JORR II

Published

on

TANGERANG, MO – Dampak proyek pembangunan Tol JORR II sedikitnya memang mengganggu aktifitas belajar mengajar di SMPN 21 Kota Tangerang.

Pasalnya debu dari tumpukan tanah tersebut terbawa angin masuk ke ruang-ruang kelas.

Akibat hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia beserta jajarannya serta Camat Benda Teddy Roestandi dan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMPN 21 Kota Tangerang Sarnoto menemui perwakilan Tol JORR II, Selasa (16/7/19).

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak Tol JORR II menyatakan siap bertanggung jawab penuh terhadap dampak dari pembangunan tol mulai dari akses jalan hingga debu yang mengganggu.

“Iya pihak JORR akan bertanggungjawab penuh,” tegas Masyati.

Masyati melanjutkan, terkait jalan menuju gerbang sekolah akan dibuka akses baru dan jalan akses lama akan ditutup. Pihak JORR juga berjanji akan membangun gerbang baru yang akses jalannya sudah di cor sekaligus memagar SMPN 21.

“Hari ini mereka sudah bergerak untuk mulai membangun,” lanjut Masyati.

“Jadi nanti tidak lagi lewat akses jalan yang lama karena sudah ditutup. Dan akses jalan yang baru tidak boleh ada kendaraan proyek yang lewat jadi khusus untuk siswa, sehingga aman,” imbuhnya.

Masyati mengungkapkan, pihak JORR juga akan melakukan penyiraman dilokasi tumpukan tanah sebanyak 3-4 kali sehari, sehingga debu tidak lagi terbawa angin.

Ditambah, pihak JORR akan memberikan kurang lebih 2.000 masker gratis untuk digunakan siswa-siswi dan tenaga pengajar di SMPN 21.

“Untuk maskernya akan diberikan besok,” tukas Masyati.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Hotel Diwajibkan Sediakan Pojok UKM

Published

on

TANGERANG, MO – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Koperasi dan UKM, berkomitmen dalam memfasilitasi pemasaran produk UKM. Setelah memfasilitasi kerjasama dan tempat untuk produk UKM, kini akan dihadirkan pojok UKM di setiap hotel berbintang.

Kabid UKM pada Dinas Koperasi dan UKM, Katrina Iswandari, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menghadirkan pojok UKM disetiap hotel bintang dua sampai empat. Upaya ini dalam rangka memperluas pemasaran produk UKM terutama kepada wisatawan yang menginap di hotel.

“Pihak hotel pada dasarnya siap memberikan tempat untuk pojok UKM, nantinya produk akan terlebih dahulu diseleksi oleh Pemkot, produk mana saja yang layak masuk dan ditampilkan,” ujarnya.

Saat ini, sudah ada beberapa hotel yang memiliki pojok UKM. Menurutnya, secara keseluruhan hotel akan diwajibkan menyediakan pojok UKM pada tahun mendatang.

“Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot saat ini terus memberikan pelatihan dan bimbingan terhadap ratusan pengrajin UKM,” tambahnya.

Saat ini, terdapat ratusan pelaku UMKM yang sudah siap untuk menempati setiap gerai-gerai dan pojok UKM yang nantinya disediakan oleh pihak hotel.

“Dari 11 Ribu pelaku UKM, sudah banyak yang sudah siap dari segi rasa, higienis dan kemasannya,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkot telah memfasilitasi pemasaran produk UKM melalui upaya kerjasama, diantaranya dengan sentra oleh-oleh yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jalan Veteran dan Gedung MUI.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Baznas Kota Tangerang Seleksi Program Beasiswa

Published

on

TANGERANG, MO – Baznas Kota Tangerang mengadakan seleksi beasiswa cendekia untuk mahasiswa yang tidak mampu. Seleksi digelar tiga tahap, meliputi tes tulis, psikotes dan wawancara.

Staf Distribusi dan Pendayagunaan Bantuan Baznas Kota Tangerang, Romli, mengatakan, sebanyak 41 dari 111 peserta yang lulus administrasi mengikuti seleksi. Terdapat tiga tahapan seleksi yang meliputi tes tertulis, psikotes dan wawancara.

“Selain itu, peserta juga di tes membaca Al Qur’an dan pengetahuan umum tentang Kota Tangerang dan Provinsi Banten,” ujar Romli di Gedung MUI.

Lanjutnya, peserta yang lulus nantinya akan menerima bantuan beasiswa berupa dana pembinaan per bulan sebesar Rp 400 ribu dan membantu biaya semester sampai selesai kuliah di kampus masing-masing.

“Dana pembinaan diberikan ke peserta untuk membantu membeli buku, fotokopi makalah dan lainnya,” katanya.

Peserta yang mengikuti program wajib memenuhi persyaratan diantaranya memiliki KTP dan KK Kota Tangerang, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Surat keterangan dari kampus. Setelah syarat dipenuhi, nantinya Baznas akan melakukan verifikasi secara faktual ke lapangan.

Lanjutnya, program beasiswa cendekia tak berbeda jauh dengan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang sudah berjalan satu tahun terakhir. Bedanya SKSS lebih memprioritaskan di keluarga yang belum menempuh pendidikan tinggi.

“Harapannya, dengan satu keluarga satu sarjana dapat meningkatkan taraf hidup keluarga melalui pendidikan tinggi yang ditempuhnya,” ujar dia.(bono)

Continue Reading

Trending