Connect with us

Wisata

Api Abadi di Indonesia Yang Tak Kunjung Padam

Published

on

metaonline.id
ilustrasi/istimewa

METAONLINE,- Api Abadi Pada umumnya dipicu karena batu bara di bawah tanah, gas, atau minyak yang merembes ke permukaan. Beberapa api abadi tak pernah padam meski terkena hujan, bahkan mampu bertahan selama berabad-abad tanpa pernah padam sedikit pun. Berikut ini  Api Abadi yang berada di Indonesia:

1. Api Abadi Kayangan Api

Api Abadi Kayangan Api terletak di Desa Sendangharo, Bojonegoro, Jawa Timur. Api ini merupakan sumber api terbesar di Asia Tenggara. Pekan Olahraga Nasional (PON) XV yang diselenggarakan pada 2000 lalu menggunakan obor yang berasal dari api ini. Ternyata, api abadi ini sudah ada sejak Kerajaan Majapahit berkuasa.

2. Api Abadi Bekucuk

Api Abadi Bekucuk berada di Dusun Bekucuk, Desa tempuran, Mojokerto, Jawa Timur. Api abadi ini pertama kali ditemukan pada 1993 dan menjadi tempat wisata sejak saat itu. Namun, menurut legenda, api abadi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pada masa Kerajaan Majapahit, api abadi ini diyakini digunakan untuk membuat senjata, termasuk keris.

3. Api Tak Kunjung Padam

Api Tak Kunjung Padam merupakan tempat api abadi yang berada di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Warga setempat percaya bahwa api abadi di sini muncul dari tongkat sakti milik seseorang yang bernama Ki Moko.

4. Api Abadi Sungai Siring

Api Abadi Sungai Siring berada di Dusun Bambu Kuning, Samarinda, Kalimantan Timur. Obor Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII pada 2008 menggunakan api yang berasal dari api abadi ini. Sejak itulah, tempat ini menjadi objek wisata terkenal di Samarinda.

5. Api Biru Abadi Kawah Ijen

Api abadi yang satu ini berbeda dengan api abadi yang lainnya. Lidah api biasanya berwarna oranye-kuning, tapi api di sini berwarna biru. Api abadi ini terletak di kawah Gunung Ijen, perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Api biru ini tidak bisa dilihat saat siang hari, baru bisa dilihat saat Matahari terbenam sampai terbit. Namun begitu, waktu terbaik untuk melihat fenomena api biru ini adalah sekitar pukul 02.00 sampai 05.00 waktu setempat. (Sir/bbs/net)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komunitas

Disbudpar Tampilkan Tari Lenggang Cisadane di Yogyakarta

Published

on

Sejumlah penari Sanggar Cipta Art binaan Disbudpar Kota Tangerang tampil di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Senin (23/12/2018)

YOGYAKARTA, MO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang ikut meramaikan acara penggalangan dana untuk yayasan pembina anak tuna grahita di Yogyakarta. Acara itu diselenggarakan Nuansa KMP Psikologi UGM di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Senin (23/12/2018)

Mengusung tema ‘Payung Pelangi’,
acara tersebut dimeriahkan sejumlah seni pertunjukan. Beberapa di antaranya yakni, Operet Anak Inklusi, Papermoon Puppet Theater, serta Komunitas Seni Pertunjukkan Anak-anak.

Disbudpar Kota Tangerang ikut memeriahkan acara ini sebagai tamu kehormatan.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain menampilkan seni teater, operet dan seni tari, acara ini juga bersifat kemanusiaan karena seluruh tiket terjual disumbangkan ke panti asuhan Bina Siwi,” imbuh Tasman Sonjaya, plt Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Tangerang.

Dalam kesempatan ini, Disbudpar Kota Tangerang menampilkan Tari Lenggang Nyai yang dibawakan oleh Sanggar Cipta Art Binaan Disbudpar Kota Tangerang. Disbudpar, kata Tasman, bakal berupaya mendukung kegiatan kebudayaan di luar kota dengan turut serta menghadirkan Tari Daerah Indonesia. (fi)

Continue Reading

Ekonomi

Awal Desember Garuda Buka Rute Bandung-Singapura

Published

on

metaonline.id
Garuda Indonesia. (dok)
TANGERANG, MO – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bakal membuka rute baru 2 Desember mendatang. Rute Bandung – Singapura pp bakal beroperasi sebanyak 4 kali seminggu (Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu) dengan armada B737-800NG.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengungkapkan, pembukaan rute Bandung-Singapura pp tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam mendukung pengembangan potensi pariwisata dan perekonomian Kota Bandung yang juga turut dikenal sebagai salah satu kota pendidikan terkemuka di Indonesia.

Layanan penerbangan ini, lanjutnya, dikharapkan mempermudah akses para wisatawan internasional menuju sejumlah destinasi wisata Bandung.
“Kami optimistis dibukanya layanan penerbangan ini dapat memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan Bandung di tahun-tahun mendatang” jelas Pikri, Selasa (13/11/2018).

Pikri menambahkan, pengoperasian penerbangan Bandung-Singapura juga merupakan upaya Garuda Indonesia untuk terus meningkatkan konektivitas antarkota dan wilayah dengan potensi pariwisata dan perekonomian yang menjanjikan di Bandung.

“Dengan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bandung yang diperkirakan mencapai lebih dari 170 ribu wisatawan di tahun 2017 lalu, dioperasikannya rute Bandung – Singapura pp ini kami harapkan dapat menyediakan pilihan ragam penerbangan melalui akses langsung penerbangan dari Singapura yang dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian di Asia Tenggara”. Tutup Pikri
 
Rute penerbangan Bandung – Singapura akan diberangkatan dari Bandar Udara Internasional Husein Sastra  setiap hari Senin, Rabu Jumat dan Minggu  melalui penerbangan GA  844 pada pukul 12.50 Local Time dan akan tiba di Singapura pada pukul 15.55 Local Time. Adapun penerbangan Singapura – Bandung akan berangkat dari Bandara Internasional Changi Singapura melalui penerbangan GA 845 pada pukul 11.00 dan akan tiba di Bandung pada pukul 12.00 Local Time. (fi)

Continue Reading

Ekonomi

2018, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Tembus 67 Juta

Published

on

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M. Suriawan Wakan.

TANGERANG, MO – Pertumbuhan pengguna jasa Bandara Internasional Soekarno-Hatta diklaim meningkat. Jumlah pergerakan penumpang dan pesawat di bandara yang berada dalam pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) itu diprediksi tembus 67 Juta lebih pada akhir tahun 2018.

“Untuk pergerakan pesawat dari Januari hingga September 2018 realisasi pertumbuhan rata-rata mencapai 5 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan penumpang rata-rata mencapai 7persen,” terang M. Suriawan Wakan, Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (8/10/2018).

Sebelumnya, pada 2017 jumlah pergerakan pesawat hingga kuartal III sebanyak 331,636 pergerakan. Sedangkan pada 2018 dengan periode yang sama, yaki hingga September mencapai 348,623 pergerakan.

Adapun data penumpang pada 2017 menurut Wakan, hingga September 2017  sebanyak 46,617,678 jiwa. Sedangkan realiasi pergerakan penumpang sejak Januari hingga September 2018 sebanyak 49,850,821 jiwa.

Wakan memproyeksikan, pertumbuhan pergerakan pesawat hingga kuartal IV atau akhir tahun 2018 ini nanti akan berada dalam rentang   5,5 persen sampai 7 persen.

Sedangkan untuk pergerakan penumpang prognosanya mencapai 7 persen sampai 8 persen. Dirinya berkeyakinan, baik pertumbuhan pergerakan pesawat dan penumpang bisa tetap diatas angka tersebut.

Ia menjelaskan, Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta saat ini secara terus menerus mempercantik diri dengan berbagai teknologi dan terus mewujudkan komitmen perusahaan guna mengakomodir pertumbuhan penumpang yang terus merangkak naik.

“Bandara Soekarno-Hatta saat ini tidak hanya sebuah bandara, tetapi juga area yang dapat menumbuhkan kreasi dalam industri teknologi digital. Berbagai fasilitas berteknologi canggih dan modern ada di bandara ini. Komitmen itu diwujudkan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) dalam upaya menumbuhkan geliat perekonomian digital di Indonesia,” terangnya.

Selain karena telah berteknologi modern, pertumbuhan di bandara ini terjadi juga karena adanya berbagai penyelenggaraan di Tanah Air, seperti Haji, Asian Games dan yang saat ini tengah berlangsung Asian Para Games serta pertemuan IMF- World Bank Annual Meetings 2018.

“Kami berharap diujung akhir tahun 2018 ini yakni Natal dan Tahun Baru bisa mendongkrak wisatawan untuk datang dan berangkat dari bandara secara terus menerus meningkat dan semakin bersaing sebagai bandara di dunia yang menjadi kebanggaan Negara Indonesia itu,” tuturnya.

Selaras dengan peningkatan penumpang dan pesawat tersebut, didapat lima kota domestik yang menjadi daerah paling favorit, yakni pertama Surabaya, kedua Denpasar, ketiga Kualanamu, keempat Makassar, kelima Yogyakarta.

“Adapun lima kota besar Internasional pertama masih didominasi Singapura, kedua Kuala Lumpur, ketiga Jeddah, keempat Hongkong, kelima Don Muang,” tandasnya. (fi)

Continue Reading

Trending