Connect with us

Serang

APBD Banten Tahun 2019 Naik Rp 1 Triliun

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halin dan Wakilnya, Andika Hazrumy berbincang di sela Rapat Paripurna, Serang, Selasa (13/11/2018).
SERANG, MO – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun anggaran 2019 ditar naik Rp 12,31 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan APBD murni tahun anggaran sebelumnya Rp 11,3 triliun.
Hal itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Banten dengan agenda penyampaian nota pengantar Rancangan APBD (RAPBD) 2019 di Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (13/11/2018).
Dalam pembacaan Rancangan APBD 2019, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, RAPBD disampaikan setelah sebelumnya melalui pembahasan dan sudah mendapat persetujuan bersama antara gubernur dengan pimpinan DPRD.
“Total RAPBD Provinsi Banten tahun anggaran 2019 sebesar Rp 12,31 triliun. Dengan jumlah tersebut menjadikan Banten berada pada posisi ke delapan APBD terbesar se-Indonesia setelah Provinsi DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Papua dan Sumatera Utara,” ujarnya.
WH merinci, adanya struktur RAPBD 2019 terdiri atas pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 11,83 triliun. Itu berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp 7,34 triliun, dana perimbangan Pp 4,48 triliun dan pendapatan daerah lain-lain yang sah Rp 6,07 miliar.
“Target pendapatan daerah mengalami peningkatan sebesar 14,4 persen dibanding tahun anggaran 2018 sebesar Rp 10,36 triliun. Khusus untuk pendapatan daerah yang bersumber dari pajak daerah mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun anggaran 2018 ditargetkan Rp 5,83 triliun meningkat sebesar Rp 1,13 triliun menjadi Rp 6,96 triliun,” sebutnya.
Sedangkan untuk belanja daerah sebesar Rp 12,31 triliun terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp 7,63 triliun. Rinciannya, pemenuhan gaji dan tunjangan PNS daerah untuk 12 bulan sebesar Rp 2,21 triliun. Belanja hibah Rp 2,39 triliun yang secara signifikan berubah hibah dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang komposisinya mencapai 82,52 persen atau sebesar Rp 1,97 trilliun.
Sementara dan bantuan sosial (bansos) Rp 105,97 miliar yang diantaranya dialokasikan untuk rumah tangga miskin sebesar Rp 87,5 miliar dengan jumlah rumah tangga sasaran mencapai 50.000.
Selain itu, bagi hasil pajak kepada kabupaten/kota sebesar Rp 2,5 triliun.
“Bantuan keuangan sebesar Rp 387,69 miliar dan belanja tak terduga senilai Rp 25 miliar,” ungkap Gubernur.
Lebih lanjut, WH menyebut, pos belanja langsung Rp 4,5 triliun diarahkan dalam rangka melaksanakan urusan konkuren pemerintah daerah yang meliputi urusan wajib dan urusan pilihan.
“Diantaranya penganggaran biaya operasional sekolah untuk mewujudkan pendidikan gratis. Peningkatan kualitas infrastruktur, upaya pengurangan pengangguran, pemberdayaan masyarakat desa hingga peningkatan daya saing industri,” tuturnya.
Dengan struktur pendapatan dan belanja tersebut, maka terjadi defisit senilai Rp 307,67 miliar. Defisit akan ditutupi dengan pembiayaan daerah yang bersumber dari sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun anggaran sebelumnya senilai Rp 457,67 miliar.
“Dengan rencana penggunaan yaitu penyertaan modal PT Bank Pembangunan Daerah Banten Rp 125 miliar, penyertaan modal kepada PT Banten Global Development Rp 25 miliar dan untuk menutup defisit sebesar Rp 307,67 miliar,” ujarnya.
Sementara itu,  Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, penyampaian nota RAPBD tahun anggaran 2019 selanjutnya akan ditanggapi oleh seluruh fraksi melalui pemandangan umumnya.
“Pembangunan umum fraksi akan digelar melalui rapat paripurna DPRD Banten Rabu (14/11/2018),” katanya. (fi)

Serang

Wagub Targetkan Gedung Lifeskill untuk Pemuda Tahun 2020

Published

on

SERANG, MO – Wakil Gubernur Banten, H. Andika Hazrumy mentargetkan pembangunan Gedung Lifeskill untuk pemuda di Provinsi Banten pada tahun 2020 mendatang. Menurut Wagub, Gedung Lifeskill tersebut dibutuhkan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pembinaan pemuda di Provinsi Banten.

“Selain untuk pelatihan, gedung tersebut bermanfaat untuk pembinaan pemuda,” katanya pada Sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 di Pondok Pesantrean Nurul Huda Kec. Baros, Kab. Serang, Rabu, 30 Oktober 2019.

Wagub menyatakan, pada tahun 2020, Provinsi Banten memiliki bonus demografi yang sangat besar. Hal tersebut bermanfaat untuk kemajuan pemuda.

“Ini harus bermanfaat untuk kemajuan kepemudaan,” ujarnya.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus bisa
menangkap peluang tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pelatihan bagi pemuda.

“Lifeskill sangat penting bagi kehidupan pemuda,” kata Wagub.

Lifeskill adalah keterampilan hidup. Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 tahun 2019 dipusatkan di halaman Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Kampung Sawah Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Kegiatan bertujuan bertujuan menstimulasi pengurus karang taruna desa yang ada di Provinsi Banten guna menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan pribadinya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu tonggak tolak ukur bahwa karang taruna adalah wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak yang baik bagi peningkatan sumberdaya yang ada di Provinsi Banten. Kegiatan Rakorda dan Bulan Bakti Karang Taruna 2019 dibuka wagub ditandai pemukulan gong.

Dalam kesempatan tersebu, Wagub memberikan penghargaan kepada 12 perwakilan karang taruna percontohan dari masing-masing desa yang ada di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Selain itu, diberikan penghargaan kepada mitra kerja karang taruna Provinsi Banten. Kegiatan tersebut, dimeriahkan juga dengan rangkaian kegiatan lainnya seperti cek darah,USG, pemberian makanan bergizi, pengecatan pagar masjid dan gotong royong di Desa Baros, Kecamatan Baros Kabupaten Serang.(rils)

Continue Reading

Serang

Wagub Buka Bulan Bhakti Karang Taruna Banten 2019

Published

on

SERANG, MO – Karang Taruna Provinsi Banten dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat mengadakan Bulan Bhakti Karang Taruna Tahun 2019 di Pondok Pesantren Nurul Huda, Sukamanah, Baros, Kab Serang, Rabu (30/10/19).

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy yang juga Ketua Karang Taruna Provinsi Banten membuka secara langsung acara ini dengan ditandai pemukulan gong.

Dalam Bulan Bhakti kali ini Karang Taruna Provinsi Banten memberikan cek kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar dan membagikan makanan sehat yang padat gizi untuk anak-anak.

“Program ini memang sudah rutin dilaksanakan diantaranya dengan membagikan makanan sehat, pengecekan USG bagi ibu-ibu hamil, pengecatan masjid juga kegiatan sosial lainnya yang langsung menyentuh masyarakat”, jelas wagub.

Selain itu wagub juga memberikan stimulan berupa penghargaan kepada dua belas karang taruna percontohan se-Provinsi Banten.

Wagub menambahkan dalam rangka memberikan stimulan kepada karang taruna yang berprestasi juga diberikan alat cuci motor agar digunakan sebagai wadah usaha untuk karang taruna itu sendiri.

Dalam akhir sambutannya wagub mengharapkan bahwa komunikasi antar karang taruna di daerah dan tiap tingkatan di Provinsi Banten dapat dilakukan secara aktif dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Karang Taruna merupakan salah satu tonggak wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan sumber daya manusia yang ada di Provinsi Banten.(bono)

Continue Reading

Serang

Antusiasme Negeri Diatas Awan, Gubernur minta Masyarakat Bersabar

Published

on

SERANG, MO – Melihat tingginya antusiasme pengunjung wisata ke Negeri Di Atas Awan (NDA) Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak,  Gubernur Banten H. Wahidin Halim telah menginstruksikan jajarannya agar menyegarakan pembangunan fasilitas umum, parkir, area foto, dan berbagai fasilitas pengamanan di lokasi tersebut. Hal ini untuk menunjang aktifitas wisata para pengunjung.

“Mohon agar masyarakat bersabar setelah pembagunan infrastruktur selesai dilaksanakan,” ujar Gubernur Banten di Kota Serang, Senin (23/9/2019).

Atas kondisi tersebut, Gubernur  melakukan langkah antisipasi  di antaranya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar ada imbauan kepada pengunjung di lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan infrastruktur baik jalan maupun sarana penunjang lainnya.

Gubernur langsung menggelar rapat dengan dinas terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut termasuk pembangunan masjid.  Apalagi jalan melalui Citorek hingga ke arah Banten Selatan menuju Bayah yang ditergetkan akan selesai pada 2020 mendatang. Di sana akan terlihat hamparan pantai Sawarna dari puncak bukit yang akan menambah daya tarik destinasi NDA.

Bagi yang akan berkunjung ke sana, kata Gubernur, memang harus mengetahui informasi secara jelas dan perlu memahami secara rinci. Jika Negeri Di Atas Awan merupakan area yang baru terbuka dengan berbagai fasilitas wisata yang masih minim dan hanya dikelola secara lokal oleh warga setempat. Ini perlu benar-benar prepare segala perbekalan sebelum berangkat menuju NDA.

“Apalagi jika membawa balita, terutama bagi yang ingin melihat sunrise pada pagi hari dan harus menginap di tenda-tenda yang disediakan warga karena belum ada penginapan atau cottage,” ungkap Gubernur Wahidin Halim (WH).

Lantaran kekuatan media sosial yang terus menampilkan wisata Negeri Di Atas Awan (NDA), Citorek,  menyebabkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung dan melihat langsung destinasi wisata baru di Banten itu semakin hari semakin bertambah. Kendati hingga saat ini Gubernur Banten Wahidin Halim tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan penyediaan sejumlah fasilitas pendukung. Namun melebihi animo masyarakat untuk berbondong-bondong merasakan langsung suasana wisata alam NDA yang tidak semua daerah di Indonesia memilikinya.

“Saya bersyukur sekaligus bangga bahwa destinasi wisata baru ini banyak diminati masyarakat. Akan tetapi, masyarakat ada baiknya mendapatkan informasi akurat bahwa tempat itu masih baru dan belum dilengkapi banyak fasilitas, baru sebatas dikelola warga setempat. Sehingga, jika ingin ke sana harus mempersiapkan perbekalan dengan baik,”jelas Gubernur.(bono)

Continue Reading

Trending