Connect with us

Politik

Angkat Polisi Jadi Pj Gubernur Jabar, Mendagri Terus Jadi Sorotan

Published

on

metaonline.id
Mendagri Tjahjo Kumolo. (istimewa)

METAONLINE,- Mendagri Tjahjo Kumolo benar-benar nekat dan bikin gaduh. Meski banyak yang menentang, menteri asal PDIP itu tetap melantik Komjen Mochamad Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat pada Senin, (18/6) kemarin di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung.

Wacana penunjukan Iriawan sebagai Pj gubernur sudah disampaikan Tjahjo awal tahun lalu. Saat itu Iriawan masih berbintang dua, menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri. Hanya saja, usulan ini menuai polemik. Banyak yang menentang. Karena dianggap bertentangan dengan UU Polri. Polemik ini berlangsung hingga berminggu-minggu. **Baca juga: Chairul Tanjung Dijagokan Jadi Cawapres

Komjen Mochamad Iriawan mengisi kekosongan jabatan gubernur yang ditinggalkan Ahmad Heryawan yang habis masa jabatannya 13 Juni lalu. Selanjutnya, jenderal bintang tiga ini akan menjabat sampai terpilih gubernur Jabar definitif, September nanti.

Menteri Tjahjo yakin ini keputusan yang tepat dan tidak melanggar aturan. Bahkan dia menilai tidak akan menjadi polemik. **Baca juga: Agama Jangan Dijadikan Alat Politik

Sekarang Tjahjo meminta, publik tidak melihat Iriawan sebagai orang yang berlatar belakang anggota Polri. Jabatan Iriawan saat ini adalah Sestama. Setingkat dengan Dirjen. Karena itu, dia menilai usulan tersebut sudah selesai.

“Jangan curiga. Toh mau apa? Pilkada tinggal seminggu. Enggak ada apa-apa” ujarnya. (Sir/bbs/net)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kab Tangerang

Rawat Keberagaman, Ananta Usung Dakwah Parlemen

Published

on

Anggota DPRD Provinsi Banten, Ananta Wahana saat menghadiri peringatan malam 10 Muharam 1440 Hijiria di Yayasan Pendidikan Islam Pondok pesantren Al-Khoirot, Kampung Gebang, Desa Suka Damai, Cikupa, Tangerang, Kamis (20/9/2018).

TANGERANG, MO – Tugas menyebarkan kebaikan dan mennjauhkan keburukan merupakan tugas ulama dan umara (pemerintah). Tugas dakwah itu karenanya bukan tak mungkin dilakukan anggota parlemen (legislatif).

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Banten, Ananta Wahana saat peringatan malam 10 Muharam 1440 Hijiria di Yayasan Pendidikan Islam Pondok pesantren Al-Khoirot, Kampung Gebang, Desa Suka Damai, Cikupa, Tangerang, Kamis (20/9/2018).

Ananta menjelaskan, dakwah parlemen bertujuan menghasilkan keputusan negara yang mensejahterakan rakyat. Keberagaman Indonesia, sambungnya, perlu diutamakan dalam membuat keputusan tersebut.

“Karena Ke-Bhinneka-an yang hidup di Republik Indonesia tercinta ini merupakan kekayaan yang tak terhingga yang dikaruniakan oleh Sang Pencipta. Sehingga keragaman (perbedaan) yang ada, jangan dijadikan bahan politik yang meghilangkan persaudaraan tapi mempersatukan seluruh elemen masyarakat sebagai Keluarga Besar Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Acara yang digelar malam hari tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama Tangerang. Sejumlah habib turut serta dalam rangkaian kegiatan sunatan dan masal, santunan Anak Yatim hingga prosesi potong rambu pertama beberapa bayi.

Habib Nagib bin Syekh Abu Bakar, dalam ceramahnya menjelaskan, kegiatan Asyura atau peringatan 10 Muharam merupakan kegiatan yang memiliki nilai sangat penting.

“Karena diperingatan ini, selain merayakan tahun baru Islam, kita diminta selalu peduli dengan anak yatim. Karena mereka tentunya merupakan sumber kebajikan yang tidak akan habis,” pungkasnya. (FI)

Continue Reading

Kota Tangerang

Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin Klaim Mengantongi Dukungan Wali Kota

Published

on

Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang diumumkan, Rabu (19/9/2018).

TANGERANG, MO – Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Presiden Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang, Bambang Suwondo mengklaim pihaknya didukung Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah.

“Kalau dari hati sih pak Arief ke kita (Jokowi-red), tapi karena beliau kepala daerah ya prakteknya juga kekita,” katanya kepada Meta Online, Rabu (19/9/2018).

Namun, sebut Bambang, Arief belum menyatakan dukungan tersebut lantaran berstatus sebagai kepala daerah.

“Tapi karena beliau kepala daerah ya prakteknya juga ke kita,” ujarnya.

Perihal keterlibatan Partai pengusung Airef, yakni Demokrat yang merapat ke Tim Pemenangan lawan, disebut Bambang tak masalah. Ayah Arief sendiri, Marsudi, sambung Bambang, ditunjuk sebagai dewan penasihat pihaknya.

“Buktinya orang tuanya sudah kita. Ya buktikan saja nanti fullnya dimana,” tukasnya.

Selain didukung keluarga Arief, Bambang menyebut, pihaknya juga meminta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi menjadi dewan penasihat Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

Ketua DPC PDIP Gatot Wibowo menegaskan, penunjukkan itu telah disetujui yang bersangkutan. Dia juga memastikan penunjukkan tersebut tak berkaitan dengan lembaga Edi Junaedi.

“Kehadiran mereka bukan karena organisasinya, tapi dari pribadinya. Ini sudah atas seizin dan sepengahuan beliau -beliaunya,” ujarnya.

Gatot menyebut, alasan penunjukkan tersebut lantaran Edi dinilai memiliki kedekatan emosional dengan Paslon tersebut. Kendati, dalam Pilpres 2014 lalu di Banten Jokowi hanya menang di Kota Tangerang Selatan.

“Walaupun kalah, pak Jokowi justru menjadikan Banten sebagai daerah ekonomi khusus. Mungkin karena penilaian itu menyebabkan tokoh ini ikut bergabung di tim pemenangan ini. Monggo silahkan tanya ke yang bersangkutan,” tambahnya. (agr)

Continue Reading

Trending