Connect with us

Cilegon

Andika Minta Jabatan Wakil Walikota Cilegon Segera Diisi

Published

on

Ilustrasi. (IST)

CILEGON,MO – Pengurus Golkar di Cilegon diminta untuk segera melakukan komunikasi dan koordinasi internal untuk pengisian jabatan Wakil Walikota Cilegon, menginggat proses hukum yang dihadapi oleh Walikota non aktif, Iman Ariyadi sudah vonis oleh Hakim Tipikor PN Serang.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Banten DPP Golkar Andika Hazrumy, ditemui usai acara di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Jumat pekan lalu mengharapkan, pengurus partai Pohon Beringin melakukan proses pembahasan pengisian jabatan Wakil Walikota Cilegon.

Ia juga meminta, orang yang ditempatkan adalah kader internal yang memiliki kapasitas dan kemampuan mempuni.

“Kami serahkan ke internal Golkar Cilegon (kandidat Wakil Walikota Cilegon). Eloknya, sesuai etika politik yang menjabat wakilnya nanti, yah dari kader Golkar,” kata Andika.

Ia menjelaskan, Iman-Edi yang memenangkan Pilkada tahun 2015 sebagai Walikota Cilegon dan wakilnya, diusung oleh dua partai yakni, Golkar dan PDIP, sehingga jika dalam prosesnya, Edi menjadi definitif sebagai Walikota (saat ini masih Plt) maka kader yang menjabat wakilnya harus dari Golkar bukan PDIP atau 9 partai pendukung lainnya.

“Kita memberikan kesempatan kepada Golkar Cilegon untuk melakukan komunikasi dan koordinasi secara internal. Juga duduk bersama dengan partai pengusung (PDIP) dan pendukung. Pada prinsipnya, Golkar adalah partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kaderisasi,” terangnya.

Adapun jika PDIP dan 9 partai pengusung menghendaki kadernya menjabat sebaai Wakil Walikota Cilegon, Andika berharap ada kesepahaman yang sama.

“Politik itu kan seni, yang penting keputusan diambil untuk kesejahteraan masyarakat. Pengurus DPP Golkar dan Provinsi memberikan kesempatan kepada Golkar Cilegon untuk memutuskan siapa nanti yang akan diusulkan. Kalau ada dari PDIP kadernya, Yanuar (Reno Yanuar) mau menjabat wakil walikota, silahkan komunikasikan dengan Golkar. Duduk bersama untuk mencari solusi,” ungkap Andika yang juga Wakil Gubernur Banten ini.

Disinggung apakah Golkar memiliki kader yang layak untuk diajukan sebagai Wakil Walikota Cilegon, Andika meyakini hal tersebut telah dibahas oleh jajaran pengurus Golkar Cilegon.

“Semuanya dikembalikan ke Golkar (Cilegon), kalau memang ada dari birokrat, tentunya harus mundur dulu. Karena aturannya PNS, TNI dan Polri kalau mau duduk di pemerintaha sebagai eksekutif, maka bersankutan harus mundur,” tegas Andika saat ditanya mengenai adanya kemungkinan Kepala Bappeda Cilegon Ati Marliati (kakak kandung Iman Ariyadi) dijagokan oleh Golkar Cilegon sebagai kandidat Wakil Walikota Cilegon.

Dan jika sudah ada kesepakatan dijajaran partai Cilegon, pihaknya menghendaki segera diproses dan disampaikan oleh DPRD setempat untuk kemudian diserahkan ke Pemprov Banten.

“Usulannya dari DPRD Cilegon ke provinsi, baik 3 nama, dua atau satu nama,” imbuhnya.

Diketahui, Iman Ariyadi divonis oleh Hakim Tipikor PN Serang selama 6 tahun dengan dengan denda Rp250 juta. Iman dinyatakan terbukti menerima suap Rp1,5 miliar terkait denagn izin Amdal Pembangunan Mall. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut hukuman pidana kurungan penjara selama 9 tahun.

Melalui juru bicara keluarga Iman Ariyadi, Ati Marliati, pihaknya malakukan banding atas putusan vonis Hakim Tipikor PN Serang.

“Kami melakukan upaya hukum lain (banding). Ini kami lakukan sebagai upaya mencari keadilan. Karena kami sangat yakin, Pak Wali (Iman Ariyadi), adalah orang yang bersih tidak ada uang sepeser pun masuk dan diterima seperti yang disampaikan pada vonis hakim,” kata Ati yang merupakan kakak kandung Iman dan juga Kepala Bappeda Cilegon ini.

Iman Ariyadi-Edi Aryadi pada Pilkada 2015 lalu, diusung oleh Partai Golkar, dan PDIP, sedangkan partai pendukungnya yakni, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem,  PAN, Partai Demokrat, PPP, PKB, Partai Hanura dan PBB.

ADI DARMA

Cilegon

Jadi Tuan Rumah ARDEX, Provinsi Banten Siaga Atasi Dampak Bencana

Published

on

CILEGON, MO – Provinsi Banten mendapat kesempatan sebagai tuan rumah ASEAN Regional Disaster Emergency Respone Simulation Exercise (ARDEX-18) tahun 2018. Pemilihan Provinsi Banten sebagai lokasi pelaksanaan ARDEX-18 tahun 2018 dikarenakan industri di Provinsi Banten dinilai berkembang pesat serta urgensi antisipasi dampak-dampak bahan kimia yang disebabkan bencana alam.

Berlokasi di Kawasan Industri Krakatau, Kota Cilegon dalam kegiatan itu dilaksanakan simulasi antisipasi ancaman gempa bumi dan tsunami yang berdampak terhadap bencana industri.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Komari mengklaim, penunjukan tersebut membuktikan kesiapan Provinsi Banten menerima teknologi-teknologi baru dalam penanggulangan bencana.

“Semakin hari dampak dari bencana alam semakin beragam, bahkan dampak yang sebelumnya tidak kita bayangkan. Kedepannya Provinsi Banten bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam hal kesiapan menerima teknologi-teknologi yang akan terus berkembang, khususnya dalam upaya antisipasi dampak bencana,” ujar Komari.

Direktur Eksekutif ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center), Adelina Kamal menjelaskan, ARDEX merupakan latihan bersama (gladi) penanggulangan bencana yang rutin dilaksanakan 2 tahun sekali. Kegiatan ini, lanjutnya, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kerjasama negara-negara ASEAN dalam penanggulangan bencana.

Sedangkan ARDEX-18, lanjut Adelina, merupakan kerjasama antara pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Provinsi Banten, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) se-Provinsi Banten, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta utusan negara-negara di kawasan ASEAN.
“Mereka dengan sigap memperagakan penanggulangan dampak bencana di Kawasan Industrial,”imbuhnya.

Adelina juga mengungkapkan, dengan adanya persetujuan kerjasama 10 negara ASEAN dalam ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER), telah melahirkan regional Standard Operating Procedure (SOP) yang akan diuji mekanismenya dalam tahapan perhelatan ARDEX 2018.

“Poin-poinnya seperti meminimalisasi pencemaran bahan kimia, memberikan pertolongan pertama bagi korban yang terpapar bahan kimia serta merencanakan pemulihan wilayah yang terkontaminasi,” tutur Adelina.

Selanjutnya, ujar Adelina, tahapan simulasi ARDEX meliputi latihan Gladi Posko atau Command Post Exercise (CPX) dan Gladi Lapang atau Field Training Exercise (FTX). Uji SOP turut dilaksanakan untuk memastikan keberadaan dan kemampuan kapasitas negara-negara ASEAN dalam pemberian bantuan. (fi)

Continue Reading

Cilegon

Jokowi Janji Angkat Brigjend KH Syam’un Jadi Pahlawan Nasional

Published

on

Presiden Jokowi janjikan angkat Brigjend KH Syahdan sebagai pahlawan nasional, Jumat (11/5). (ADI/METAONLINE)

CILEGON,MO – Presiden Jokowi kembali berkunjung ke Banten, Jumat (11/5). Dalam kunjungannya Jokowi juga menerima aspirasi dari warga Banten khususnya dari Yayasan Al-Khairiyah, untuk menjadikan Brigjen Syam’un sebagai pahlawan nasional.

“Jujur saja, sampai saat ini berkasnya belum ada di meja saya. Ini apa adanya saja, belum sampai ke saya,” ujar Jokowi.

Namun begitu, Presiden berjanji bila usulan tersebut sudah ia terima, akan segera direspon.

“Brigjen KH Syam’un adalah ulama besar dan berjasa bagi negara, terutama dalam pendidikan di Indonesia melalui Al-Khairiyah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MUI Maruf Amin mendukung usulan pemberian gelar pahlawan kepada KH Syamun. Menurut dia, selama ini juga belum pernah ada pahlawan nasional yang berasal dari Banten.

“KH Syamun itu jenderal, jenderal kiai. Nggak ada. Jenderal gubernur ada, banyak ya gubernur jenderal. Ada. Tapi kiai jenderal, nggak ada, susah,” kata Ma’ruf. Kyai Ma’ruf pun berharap, gelar pahlawan nasional tersebut dapat diberikan oleh pemerintah pada tahun ini.

ADI DARMA

Continue Reading

Cilegon

Kunjungi Banten, Jokowi Berpesan Hilangkan Kebencian

Published

on

Presiden Jokowi mengunjungi Banten, Jumat (11/4). (ADI/METAONLINE)

CILEGON,MO – Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali melakukan kunjungan ke Provinsi Banten. Kali ini Presiden ke 7 ini menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke-93 Al-Khairiyah di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (11/5).

Presiden tiba di Al-Khairiyah sekitar pukul 11.12 WIB didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin dan langsung disambut oleh Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidi.

Hadir juga pada kunjungan presiden ini Menag Lukman Hakim Syaifudin, Mensesneg Pratikno, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wagub Andika Hazrumy, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariyadi, Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, para ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Presiden Jokowi beristirahat sejenak di salah satu ruangan untuk bersantap bersama pengurus Al-Khairiyah dan sejumlah ulama. “Assalamualaikum,” ujar Jokowi menyapa ulama yang menyambutnya sambil menebar senyum.

Sebelum menghadiri acara Harlah Al-Khairiyah, Presiden melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid An-Najah yang berada di Kawasan Kampus Al-Khairiyah.

Saat bersilaturahmi dengan para ulama, Presiden mengingatkan masyarakat Indonesia untuk saling menjaga persatuan dan menghilangkan rasa kebencian, terutama jelang perhelatan pilkada serentak 2018, pendaftaran Capres-cawapres pada Agustus mendatang dan Pemilu 2019.

Di hadapan ribuan masyarakata yang hadir, Presiden  menyampaikan Indonesia memiliki 263 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau, dengan 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, 524 kabupaten dan kota, hingga 34 provinsi.

“Kita lupa kalau kita ini saudara, yang seharusnya Islamiyyah nya kita perkuat. Insya Allah, sampai kiamat, kita akan bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk saling menjaga persatuan dan menghilangkan kebencian jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Mari kita sadari bersama-sama, kita ini saudara sebangsa setanah air. Beda pilihan silakan, karena ini pesta demokrasi. Jangan sampai karena beda pilihan, jangan sampai kita retak atau tidak saling menyapa antar tetangga,” katanya.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending