Connect with us

Politik

Adde Rosi Siap Nyalon DPR-RI Dapil Pandeglang-Lebak

Published

on

Istri Wagub Banten Adde Rosi yang juga wakil ketua DPRD Banten siap nyalon DPR RI, Sabtu (3/3). (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Adde Rosi Khoerunnisa, yang juga istri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan niatnya untuk maju di Pemilu Legislatif (Pileg)  2019 sebagai calon legislatif untuk DPR-RI. Wakil Ketua DPRD Banten itu maju mewakili daerah pemilihan Kabupaten Lebak dan Pandeglang dari Partai Golkar.

NiatanAdde Rosi Khoerunnisa untuk maju menjadi caleg DPR-RI di Pileg 2019 disampaikan saat melakukan silaturahmi dengan pengurus DPD II Partai Golkar serta pengurus PK Partai Golkar se-Pandeglang di kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Pandeglang, Sabtu (3/3).

“Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan niatan saya. Insya Allah, mudah-mudahan Allah merestui, dan niat saya La Haula Wala Quwwata Illa Billah, niat untuk Allah Subhanawataala, untuk masyarakat Provinsi Banten, Insya Allah di 2019, mudah-mudahan Allah meridoi niat saya untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI untuk Dapil Pandeglang-Lebak,” kata Adde Rosi, disambut tepuk tangan pengurus dan kader Partai Golkar Pandeglang.

“Mungkin Bapak Ibu bertanya, Ibu Aci mau ngapain. Sudah jadi istri wagub, sudah jadi dewan di provinsi, sekarang mau jadi anggota DPR-RI,” tutur wanita yang akrab disapa ‘Ibu Aci’ ini.

Acipun menjelaskan niatannya untuk menjadi anggota DPR-RI. Ia ingin berbuat yang lebih baik lagi untuk Provinsi Banten dari kapasitasnya sebagai legislator di pusat. Ia ingin membantu Pemerintah Provinsi Banten untuk mencapai target-target pembangunan, termasuk kesejahteraan masyarakatnya.

“Untuk mencapai itu, diperlukan dukungan anggaran dan program dari pusat. APBD Banten yang hanya Rp11 Triliun, saya rasa tidak akan cukup untuk mengcover seluruh pembangunan, tidak akan cukup memberikan pelayanan masyarakat Banten yang jumlahnya mencapai 12 juta. Oleh karena itu, Saya akan membantu Pemprov Banten, membantu masyarakat Banten untuk ‘menyengget’ (mengambil-red) progran dan anggaran dari pemerintah pusat untuk Provinsi Banten,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten ini.

Dengan begitu , program dan anggaran untuk pembangunan di Provinsi Banten bisa lebih besar yang dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Banten.

Oleh karena itu, Aci mengajak seluruh kader Partai Golkar, khususnya caleg-caleg Partai Golkar di Pandeglang agar bersatu, merapatkan barisan untuk persiapan Pileg 2019, termasuk pemilihan presiden dan DPD.

“Tentu saya punya kepercayaan diri, saya yakin kalau kita sama-sama membantu, bersama caleg turun ke masyarakat. Yang sudah kuning biar semakin menguning, yang abu-abu jadi kuning dan yang hijau dan lainnya mudah-mudahan bisa jadi kuning,” ujarnya.

Mendorong Keterwakilan Perempuan

Pada kesempatan ini, Aci juga mengajak kader-kader perempuan Partai Golkar untuk menjadi calon legislatif agar kuota 30 persen keterwakilan perempuan di legislatif terpenuhi.

“Di DPRD Banten keterwakilan perempuan baru mencapai 20 persen, belum 30 persen. Begitupun di DPRD kabupaten/kota dan DPR-RI. Padahal undang-undang mengamanatkan kuota keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen. Ayo ibu-ibu kader Golkar harus maju. Dari sekarang harus sudah mulai pemanasan mesin politik, sudah mulai woro-woro, mininal ke tetangga, keluarga. Kepada para kasepuhan, alim ulama, kiai juga minta doa, karena tanpa mereka kita tidak memiliki kekuatan,” katanya.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada semua rekan-rekan yang sudah meniatkan diri menjadi caleg dari Partai Golkar, harus sip berjuang bersama saya di lapangan,” tambahnya.

ADI DARMA

Politik

Pemilih Wajib Bawa KTP Elektronik Atau Suket Disdukcapil ke TPS

Published

on

Ilustrasi e KTP. (IST)

TANGERANG MO — Pemilih yang sudah tercantum namanya dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang tetap berkewajiban membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau Surat Keterangan (Suket) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) pada Rabu, 27 Juni 2018 mendatang.

Demikian hal ini ditegaskan Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi dalam keterangan Persnya saat kunjungan ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal ini sesuai asas aturan terbaru Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Dikatakan Sanusi, kewajiban pemilih membawa KTP Elektronik atau Suket Disdukcapil Kota Tangerang ini tertuang tegas dalam ketentuan Pasal 7 Ayat 2 PKPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan Dan Penghitungan Suara Pilkada 2018.

“Jadi, selain nanti pemilih akan diberikan Formulir C6 (surat pemberitahuan memilih), juga berkewajiban membawa KTP Elektronik atau Suket Disdukcapil ke TPS saat akan mencoblos. Itu Wajib. Kalau tidak dibawa, maka akan diminta untuk kembali pulang dan balik lagi ke TPS dengan membawa KTP Elektronik atau Suket,” terang Sanusi.

KPU Kota Tangerang, kata Sanusi, terus melakukukan sosialisasi terus menerus soal ketentuan baru ini kepada masyakat. Baik melalui PPK, PPS, atau KPPS yang jumlahnya mencapai 21 ribu orang di Kota Tangerang. “Saat menyampaikan Formulir C6 kepada pemilih kami juga menulis ketentuan itu di C6 dan akan menyampaikan langsung ke pemilih door to doo melalui KPPS,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Sanusi, nantinya para pemilih juga diminta untuk menuliskan namanya di Formulir C7 (daftar hadir pemilih) dan menandatangani daftar hadiri tersebut secara langsung. Hal ini juga sesuai ketentuan PKPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan Dan Penghitungan Suara Pilkada 2018.

“Prinsipnya, aturan-aturan ini juga untuk menjamin hak warga agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Sanusi yang juga Kepala Divisi Hubungan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Tangerang.

Diketahui, KPU Kota Tangerang mencanangkan target sebesar 78 persen partisipasi pemilih dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Tahun 2018 ini.

“Kami harap, masyarakat mengerti dan mentaati kewajiban dalam norma aturan baru ini. Dan tetap semangat datang ke TPS saat pencoblosan, Rabu 27 Juni 2018 nanti,” harapnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Politik

Maju Nyapres, Amin Banyak Tuai Kritik

Published

on

By

metaonline.id
Amien Rais. (istimewa)

METAONLINE,- Pernyataan Amien Rais yang mau nyapres membuat para elite parpol menebak-nebak apa maksud di balik manuver tersebut. Seriuskah, bercanda atau ada maksud lain.

Ambisi Amien maju di gelanggang pilpres tak mendapatkan respons positif. Elite parpol koalisi pemerintah hingga yang oposisi, sama-sama mengkritik niat Amien tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani menyampaikan, Amien cuma ingin naikkan keterpilihan PAN di Pemilu 2019 agar keluar dari jurang degradasi politik nasional.

“Saya sih melihat persepsi publik tentang Amien Rais tidak sekuat seperti Jokowi atau Prabowo, bahkan tidak sekuat SBY yang dua kali menjadi Presiden,” katanya.

Arsul melanjutkan, sebagai tokoh reformasi, kebesaran sosok Amien Rais hanya disekitaran kelompoknya saja.

“Tidak pernah bisa dan tidak akan pernah bisa bahkan menjadi tokoh Islam bagi mayoritas kelompok Islam,” katanya.

Dengan keterbatasan itu, Arsul memprediksi pencalonan Amien bakal ganggu hubungan Gerindra dan PKS. Bila Amien benar-benar disodorkan PAN kepada partai mitra koalisinya untuk menjadi Capres, maka PKS tidak akan bergabung.

“Jadi saya tidak melihat itu sebagai statemen yang serius dalam konteks Pilpres. Apalagi Gerindra dan PKS bisa diperkirakan tidak akan menerima kalau yang maju capres dari koalisi mereka adalah Amien Rais,” pungkasnya. (Sir/bbs)

Continue Reading

Politik

Ngumpul Di Partai Berkarya, Mungkinkah Cendana akan Bangkit?

Published

on

By

metaonline.id
istimewa

METAONLINE,- Pengumuman Titiek mundur dari Golkar disampaikan dalam acara Konsolidasi Partai Berkarya DIY di Museum Memoriam Jenderal Besar HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin (11/6) kemarin.

Rupanya Partai Berkarya kini jadi tempat berkumpulnya anak-anak Soeharto. Hal dipertegas setelah Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto mundur dari Partai Golkar dan bergabung dengan partai besutan adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy. Apakah mungkin Cendana bangkit?

“Di tempat bersejarah bagi keluarga kami, di sini ayah kami dilahirkan, izinkan saya menyampaikan pernyataan politik yang tentunya akan mempengaruhi perjalanan karier politik saya,” ujar Titiek di hadapan Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto dan Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso.

Titiek menyatakan keluar dari Beringin lantaran tidak bisa menyuarakan suara hati rakyat di partai pimpinan Airlangga Hartarto.

“Saya tidak dapat melakukan hal itu, karena saya sebagai orang Golkar, partai pendukung Pemerintah,” tuturnya.

Lagipula, kini Golkar dipandang Titiek sudah banyak bercokol politisi handal. Dia pun memilih Partai Berkarya karena dinilai dapat melanjutkan cita-cita almarhum ayahnya.

“Saya anak biologis Presiden Soeharto. Saya tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat. Oleh karena itu saya memutuskan keluar dari Partai Golkar dan memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya,” ujarnya. (Sir/bbs)

Continue Reading

Trending