Connect with us

Wisata

3 Destinasi Gunung yang Harus Dinikmati di Garut

Published

on

Menyapa Keindahan Alam Garut dengan Paket Terbaik dan Merindukan

Muhammad Iqbal, Garut

Travel merupakan hal penting dalam hidup yang tak bisa dipisahkan dengan alam. Dalam sebuah perjalanan biasanya para traveller mencari alternatif terbaik untuk membuat perjalanan lebih berwarna dan bermakna.

Di Jawa Barat sendiri, rupanya banyak destinasi wisata yang tak kalah menarik dengan wisata lainnya di Nusantara negeri ini. Bagi para penggiat alam atau pendaki biasanya Garut merupakan pilihan utama di Jawa Barat yang wajib di kunjungi.

Untuk Garut sendiri memiliki 3 gunung yang sudah tak asing lagi bagi para pendaki untuk dijamah. Mereka banyak menyebut 3 gunung ini sebagai PaGuCi (Papandayan, Guntur dan Cikuray).

Tiga gunung ini merupakan pilihan para pendaki yang singgah di Jawa Barat. Selain destinasi wisata alamnya yang menakjubkan, tiga gunung ini bisa dijamah dalam waktu sekali perjalanan.

Namun bagaimanakah para pendaki yang melancong di wilayah Garut ini dapat mengeksplore alam nan indah dengan santuy dan juga tak repot. Hal itu tentu membutuhkan warga lokal untuk dapat mengantar perjalanan ini lebih bermakna.

Dari perjalanan yang telah dilakukan penulis di wilayah ini, penulis mendapatkan rekomendasi yang mantap untuk melakukan perjalanan di wilayah Garut ini. Dimana, perjalanan akan sangat bermakna dan berkesan selama berpetualang di wilayah Garut, Jawa Barat ini.

Dari sekian banyak alternatif yang dijumpai penulis mendapatkan sebuah pilihan dengan jasa Transportasi dan Traveller milik Faisal yang merupakan warga lokal.

 

Faisal sendiri sudah mulai membuka jasa perjalanannya ini sejak tahun 2007 lalu gays. Jadi tidak heran jika para traveller yang melancong ke wilayah ini kembali menghubungi Faisal yang kerap disapa Dedemit Papandayan untuk melakukan perjalanan Traveller ke Garut.

Untuk merekomendasikan destinasi wisata di tiga gunung Faisal biasanya menanyakan waktu yang dimiliki para traveller untuk singga di Garut. Jika para traveller berniat mendaki 3 gunung sekaligus Faisal akan mengantarkan para pendaki ini ke 3 pintu masuk destinasi wisatanya.

“Biasanya untuk 3 gunung memerlukan waktu 3-6 hari agar bisa merambah 3 puncak PaGuCi,” ungkap Faisal.

Pertama, lanjut Kang Faisal, pendaki biasanya memilih puncak tertinggi di Garut terlebih dahulu untuk bisa di jamah. Tentunya hal ini agar memudahkan pendaki menuju ke puncak berikutnya dengan mudah.

“Pertama kita antar pendaki ke gerbang pendakian Gunung Cikuray. Gunung ini memiliki tinggi 2821 MDPL, disini pendaki membutuhkan waktu 3 hari untuk bisa kembali ke kaki,” ungkap dia.

Selanjutnya, pendaki akan diarahkan ke Gunung Papandayan. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 2.665 MDPL.

“Untuk Papandayan sendiri pendaki bisa melakukan perjalanan satu hari dan kembali ke bawah. Tetapi di gunung ini banyak spot foto yang menarik dan destinasi wisata cukup bagus untuk didatangi,” jelas dia.

 

Terakhir, tambah Faisal, pendaki bisa melanjutkan perjalanan ke Gunung Guntur. Gunung ini memiliki tinggi 2249 MDPL, meskipun lebih rendah dari gunung Papandayan, pendaki dijamin harus bermalam di puncak ini.

“Meskipun tidak terlalu tinggi gunung ini sering disebut adeknya Gunung Semeru. Karena traknya yang terjal dan berpasir biasanya pendaki harus ngecamp sehari di gunung ini,” jelas Faisal.

Itulah tawaran menarik dari ‘Dedemit Papandayan’ untuk wisata gunung di wilayah Garut ini.

Namun tidak berhenti disitu gays. Pria yang hobby menunggangi motor trail ini juga menawarkan destinasi wisata lainnya di Garut, Jawa Barat ini.

Faisal menyebut untuk menghilangkan lelah dirinya juga bersedia membawa traveller untuk ke destinasi pantai seperti Santolo dan Sayang Heulang di wilayah selatan Garut. Selain itu ada juga destinasi air terjun yang tak kalah menariknya untuk disambangi para traveller yang singgah di Garut.

Untuk bisa menggali informasi tentang wisata di Garut silahkan menghubungi Faisal melalui Nomor : 0813 – 2332 – 3979 atau melalui Facebook dengan id : Dedemit Papandayan.(*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam META

Irama Merdu di Taman Bambu

Published

on

TANGERANG, MO – Suara angklung terdengar merdu di Taman Bambu, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Tangerang. Ada juga suara petikan gitar dan tiupan pianika. Memadupadankan irama, mengalunkan lagu-lagu nasional.

Sekitar 15 pemuda duduk dibangku bambu. Mereka adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang yang memanfaatkan fasilitas taman milik Pemerintah Kota Tangerang.

Rindangnya pohon, menambah suasana nyaman. Ade Maulana (21), salah satu mahasiswa mengaku sering berlatih musik di Taman Bambu. Selain nyaman, ia berniat menghibur pengunjung yang datang.

“Paling tidak seminggu dua kali kami rutin berlatih. Lagu yang kami bawakan lagu wajib nasional maupun lagu daerah,” kata mahasiswa semester 7 yang mengambil jurusan Pendidikan Guru SD tersebut.

Pengunjung lainnya yang tengah menikmati rindangnya pohon, terlihat menikmati alunan angklung tersebut. Beberapa ada yang terlihat ikut bernyanyi. Teriknya matahari siang tak terasa panas, karena Taman Bambu Kota Tangerang menjadi penyejuk bagi mereka yang sedang berkunjung.(bono)

Continue Reading

Lifestyle

Cari Homestay di Yogyakarta, Tempat Ini Boleh Dicoba

Published

on

Kamar tidur homestay. (Ist)

YOGYAKARTA,MO – Bingung cari tempat penginapan di Yogyakarta? Homestay milik Ika Irjayanti ini bisa menjadi referensi anda untuk beristirahat.

Lokasi homestay milik Ika ini berada di Jalan Madumurti No 9c Patangpuluhan, Wirobrajan Kota Yogyakarta. Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan Stasiun Yogyakarta, jarak tempuh hanya 5-10 menit.

Selain itu, lokasi strategis juga karena homestay ini dekat dengan beberapa lokasi wisata. Diantaranya, kampung wisata Tamansari, Alun-alun Kidul Yogyakarta, Keraton Yogyakarta, Malioboro dan lainnya.

Homestay tersebut mempunyai ruang tamu yang luas, dapur, tempat sholat, dan dua kamar AC dengan dua kamar mandi. Kemudian garasi luas, ada rumah pondokan untuk santai sambil ngopi di waktu pagi dan sore dilengkapi dengan kolam ikan yang menambah keindahan.

“Tempatnya enak kok, bersih dan luas. Harganya juga terjangkau,” ucap Zakaria usai menginap selama tiga hari di homestay tersebut, akhir pekan kemarin.

Pria asal Tangerang ini mengaku senang berlibur di Kota Yogyakarta dan mendapat penginapan yang aman dan nyaman. Ia menyebut homestay ini untuk keluarga.

“Saya dari Tangerang lima orang. Mereka nyaman seperti tinggal dirumah sendiri. Mau kemana-mana juga enak karena dekat beberapa lokasi wisata,” tambahnya.

Jadi, buat Anda yang ingin berliburan di Yogyakarta tak ada salahnya mencoba Homestay milik Ika Irjayanti ini dengan menghubungi nomer telpon +62878-3984-0700. (sands)

Continue Reading

Banten Raya

Ajang Promosi Budaya dan Potensi Kota Tangerang di Festival Peh Cun 2019

Published

on

Festival Peh Cun yang rutin digelar setiap tahun di Bantaran Sungai Cisadane, resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, Sabtu (15/6).

Sachrudin, menuturkan, Festival Peh Cun menjadi agenda wisata tahunan yang bisa dinikmati oleh wisatawan baik lokal hingga nasional.

Di mana setiap tahunnya selalu menampilkan keanekaragaman potensi yang ada di Kota Tangerang.

“Potret budaya dan potensi di Kota Tangerang, diantaranya ada di Festival Pehcun ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Peh Cun, Edy Kurniawan, menjelaskan, Peh Cun tahun ini mengangkat tema Kejujuran dan Kesetiaan yang Tak Lekang oleh Waktu.

Di mana salah satu rangkaian acaranya yaitu Festival Cabai.

Berbagai Cabai ditampilkan, mulai dari Cabai yang kecil hingga besar, Cabai lokal hingga internasional.

Tidak lupa juga, Cabai tersebut dijadikan salah satu perlombaan, yaitu lomba Uleg Sambal.

“Cabai memberikan simbol kejujuran lewat rasa. Ketika memakan cabai maka pedaslah yang dirasakan, tidak ada manis atau rasa lainnya,” tutur Edy.

Tambahnya, berbagai rangkaian digelar, mulai dari lomba perahu, membaca puisi, kuliner khas Tionghoa serta masih banyak lainnya, menjadi daya tarik wisata.

Turut hadir juga Andy F. Noya atau yang biasa dikenal Kick Andy serta Bens Leo salah satu pengamat musik, pada pergelaran Festival Peh Cun tahun 2019, yang digelar 15-16 Juni 2019.(adv)

Continue Reading

Trending