Connect with us

Kab Tangerang

2019 BPJS Ketenagakerjaan Banten Rambah Sektor UMKM

Published

on

60 perwakilan perusahaan rekanan BPJS Ketenagakerjaan menghadiri gathering perusahaan platinum tahun 2018 di Hotel JHL Solitaire Hotel Gading Serpong, Jumat (30/11/2018) kemarin.

TANGERANG, MO – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Provinsi Banten akan digandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Provinsi Banten. Itu dilakukan untuk menjaring pelaku UMKM dan pekerja agar mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan dari pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten, Teguh Purwanto dihadapan 60 perwakilan perusahaan di acara gathering perusahaan platinum tahun 2018 di Hotel JHL Solitaire Hotel Gading Serpong, Jumat (30/11/2018) kemarin.

Teguh menjelaskan, tujuan pelaksanaan acara tersebut adalah untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah berbartisipasi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Terlebih Benten menjadi salah satu penyumbang iuran terbesar setelah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Tahun ini saja kami sudah mencapai Rp 4,4 Triliun. Kami mengundang perusahaan-perusahaan besar tersebut agar dapat berintaksi. Sehingga akan mempermudah jika melakukan pembayaran,” ucapnya ketika ditemui, Jumat (40/11/2018).

Teguh mengaku, sampai saat ini sektor UMKM belum tersentuh oleh jaminan perlindungan sosial. Walhasil sektor informal dan UMKM menjadi prioritas dalam targetnya di tahun 2019 mendatang.

“Di tahun 2019 kami menargetkan Rp 5 hingga 5,6 triliun. Partisipasi tenaga kerja tahun depan ditargetkan menjadi 2 juta orang dari yang saat ini 1.450.000 peserta,” tambahnya.

Data yang diperoleh, sampai saat ini sudah 22.074 perusahaan di Provinsi Benten yang telah ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakernaan. Jumlah tersebut meningkat sebesar 2.194 dari target yang ditentukan sebelumnya sebesar 19.880 perusahaan.

Adapun realisasi lainnya, sambung Teguh, terdapat pada jumlah Tenaga Kerja Penerima Upah (TK PU) adalah 477.408 peserta dari target 431.784 perserta. Khusus bukan Penerima Upah (BPU), perseta yang telah terealisasi mencapai 477.408 peserta dari target sebesar 140.991 dan terealisasi 477.408 perserta.

Selain itu, pada Jasa Konstruksi (Jakon) telah terealisasi 303.349 perserta dari target sebelumya 319.506 peserta.

“Ada beberapa yang belum terealisasi, saya optimis di Desember akan tercapai semuanya,” pungkasnya. (agr)

Kab Tangerang

Perluas Kepesertaan, Korporat Diajak Berdonasi JKN-KIS

Published

on

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS kesehatan Cabang Tigaraksa, Farhan Ferdiansyah dan Kabid SDM dan Komunikasi Publik, Harry Panca Darto usai berbincang dengan awak media, Kamis (13/12/2018).

TANGERANG, MO –  Upaya memperluas kepesertaan terus diupayakan BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa dengan beragam inovasi. Yang teranyar, korporat plat merah ini memberikan kesempatan bagi badan usaha maupun perorangan berdonasi melalui Donasi JKN-KIS. Hal itu terungkap dalam ‘Ngopi Bareng JKN’ di bilangan Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/12/2018).

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS kesehatan Cabang Tigaraksa, Farhan Ferdiansyah menjelaskan, melalui program ini siapa pun dapat menjadi donatur. Caranya, lanjut Farhan, badan usaha atau perorangan mendaftarkan sekelompok atau satu orang sebagai peserta JKN-KIS serta membayarkan iurannya.

“Sebenarnya dengan menjadi Peserta JKN-KIS. masyarakat indonesia tanpa disadari sudah berbuat amal. Tapi untuk berbuat lebih kami fasilitasi dengan program Donasi JKN-KIS. Nanti iurannya dibayarkan di muka selama minimal satu tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut Farhan menjelaskan, bagi usaha, Donasi JKN-KlS dapat disinergikan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Bina Lingkungan. Perusahan, sambungnya, hanya perlu mendaftarkan keluarga atau masyarakat setempat ke program ini.

“Nanti tinggal dibayarkan iurannya melalui perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan,” sebutnya.

Di wilayah Kabupaten Tangerang, terdapat dua badan usaha yang menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa. Mereka yakni, Optik Internasional Kabupaten Tangerang dan CV Jaya Omega. Donasi JKN-KIS kedua badan usaha itu disalurkan BPJS ke 100 warga Kecamatan Panongan serta 100 anak binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Falah Kabupaten Tangerang.

Kedua badan usaha tersebut, kata Farhan, berkomitmen membayarkan iuran JKN-KIS para peserta selama satu tahun. Keikutsertaan badan usaha ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitarnya.

Farhan menambahkan program Donasi JKN-KIS merupakan wujud dari prinsip gotong royong dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari nasionalisme terhadap kehadiran program negara dan kepedulian kepada sesama demi temujudnya Indonesia yang lebih sehat.

Program Donasi JKN-KIS diharapkan bisa membantu masyarakat uang kurang mampu untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan dibayarkan iurannya.

“Terima kasih kami berikan apresiasi yang sebesar-besamya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam program nasional JKN-KIS. Semoga melalui uluran tangan donatur ini. semakin banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi dan cakupan semesta (UHC) tahun 2019 terwujud,” kata Farhan.

Sampai dengan 1 Desember 2018, jumlah peserta JKN-KlS di Kabupaten Tangerang mencapai 2.299.243 jiwa atau 92 persen.

Dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa menjalin kerja sama dengan 191 fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas, klinik pratama, klinik TNl/POLRI. dan dokter praktik perorangan) dan 19 rumah sakit serta 2 optik. (fi)

Continue Reading

Kab Tangerang

Dampingi Menperin, Wagub Banten: Investasi Harus Menguntungkan Warga

Published

on

Wagub Banten, Andika Hazrumy mendampingi Menperin Airlangga Hartarto saat meninjau produksi industri pengolahan makanan di kabupaten Tangerang, Kamis (13/12/2018).

TANGERANG, MO – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta setiap bentuk investasi di Provinsi Banten dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Andika turut menyoroti kehadiran investasi di bidang industri pengolahan makanan dan minuman di Banten. Ia berharap industri dimaksud bisa menjadi pemicu bergeraknya perekonomian para petani buah-buahan di Banten dengan cara menjadikan mereka sebagai mitra dalam memasok hasil panennya.

Hal tersebut diungkapkan Andika saat mendampingi Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto meresmikan fasilitas produksi real cold-pressed facility (CPF) terintegrasi dengan teknologi High-Pressure (HPP) pertama di Indonesia milik  PT Sewu Segar Primatama di Kabupaten Tangerang, Rabu (12/12/2018).

Andika menjelaskan dengan beroprasinya fasilitas berteknologi modern industri makanan dan minuman ini diharapkan akan semakin menumbuhkan kepercayaan dan persepsi dunia usaha, baik dari dalam maupun luar negeri terhadap iklim investasi di Provinsi Banten yang semakin aman dan kondusif.

Andika mengatakan sektor makan dan minuman di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung  sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestic yang besar.

“Peran industri makanan dan minuman dalam perekonomian Indonesia juga sangat signifikan. Hal ini terlihat dari konstribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35,73 persen terhadap PDB Industri non migas 6,31 persen terhadap PDB Nasional pada Triwulan III tahun 2018,” ujar Andika Hazrumy.

Andika menyebut, pihaknya mendukung Industri pengolahan buah dan sayuran tersebut, sebagaimana diketahui produksi jus buah sangat ditentukan oleh ketersediaan bahan baku buah segar. Sehingga dirinya memintaa agar industri pengolahan makanan dan minuman dapat terkoneksi dengan sentra-sentra produks buah dan sayuran yang tersebar di Provinsi Banten.

“Sehingga masyarakat mendapatkan manfaatnya, dan diharapkan perusahaan mampu menopang laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten,” pungkasnya.

Link & Match Industri-SMK

Lebih jauh Andika mengatakan, dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan vokasi-industri, Pemerintah Provinsi Banten berharap investasi di Provinsi Banten dapat meningkatkan ahli teknologi putra-putri daerah Banten, khususnya pelajar SMK melalui program-program kerjasama dengan industri-SMK atau program link and match/ teaching factory dengan industri-industri besar.

Karena itu, lanjutnya, PT Sewu Segar Primatama diharapkan dapat meningkatkan program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mendukung sektor-sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi masyarakat. Mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 tahun 2016 tentang tanggung jawab sosial, kemitraan dan bina lingkungan perusahaan, kata Andika, baik BUMN, BUMD, maupun badan usaha milik swasta diperlukan peran sertanya.

“Yaitu melalui tanggung jawab sosial lingkungan, kemitraan dan bina lingkungan perusahaan terhadap usaha mikro dan kecil, koperasi serta masyarakat secara berkelanjutan, terarah dan tepat sasaran,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Perindustian Republik Indoneisa, Airlangga Hartarto mengapresiasi pembaruan teknologi modern pertama dalam sector makanan dan minuman di Indoneisa tersebut. Menurutnya pembaruan teknologi terkahir atau terbaru menjadi salah satu tujuan dari revolusi industry 4.0 yang nantinya akan menghasilkan produk yang premium.

“Dengan adanya investasi ini, semoga bukan hanya dijual di Indonesia saja tapi juga dibeberapa negaradi ASEAN lainnya. Terlebih produknya bahan bakunya dari local semua, dari rupiah tapi bisa menghasilkan dollar,” pungkasnya. (rls)

Continue Reading

Kab Tangerang

Jelang Akhir Tahun, Zaki Minta Proyek Fisik Dirampungkan Segera

Published

on

Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar memberikan penghargaan Atlet Kabupaten Tangerang usai Apel Pagi di Lapangan Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, Senin (10/12/2018).

TANGERANG, MO – Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar meminta sejumlah pekerjaan fisik dirampungkan segera menjelang tutup anggaran tahun 2018. Hal itu diungkapkan Zaki saat memimpin Apel pagi awal Desember di Lapangan Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, Senin (10/12/2018).

Penghujung tahun sudah di depan mata. Proyek mangkrak jadi momok sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di masa tersebut. Percepatan digalakkan Zaki guna pencapaian maksimal tahun ini.

Zaki mengingatkan, seluruh SKPD di penghujung tahun anggaran 2018 bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya.

Tahun 2019, kata Zaki, bakal banyak tantangan, “di penghujung tahun 2018 ini saya minta kita semua bekerja lebih tepat, cepat dan efesien dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Supaya tahun depan lebih baik,” imbuhnya.

“Saya ingatkaan kepada OPD, terutama yang memiliki pekerjaan fisik seperti Bina marga, Cipta Karya untuk menggenjot pekerjaannya agar bisa selesai tepat waktunya, karena ini sudah masuk musim penghujan jangan sampai menjadi hambatan dalam pekerjaan terutama fisik,” ungkap Zaki.

Zaki menambakan terkait penegakan Perda pembatasan Truk bermuatan, harus jalan terus.
“Jangan takut, terutama kepada Dishub, serta Pol PP untuk bersikap tegas dalam menjalankan aturan tersebut, karena ini juga untuk menjaga masa serta usia jalan-jalan yang ada di Kabupaten Tangerang,” katanya.

“Mudah-mudahan tanggal 14 Desmber ini kita bisa tegakan Perda nomor 46 tentang jam oprasional truck besar, masa kita mau tegakan perda aja kok ribet amat gak perlu takut pokonya mau tidak mau suka tidak suka tanggal 14 ini harus jalan semua, kepada seluruh Pol PP Kecamatan dan Dishub harap mempersiapkan semuanya,” tegas Zaki.

Dalam kesempatan Apel tersebut, Bupati Zaki memberikan secara simbolis penghargaan kepada atlet pelajar dan pelatih berprestasi, pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi serta penghargaan juara LTUB (Lomba Tata Upacara Bendera) sekolah Tahun 2018. (fi).

Continue Reading

Trending