Connect with us

Serang

Atasi Pengangguran, Kepala SMK Teken MoU Dengan 500 Industri

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim meneken dokumen perjanjian Kepala SMK dengan 500 pelaku industri, Kamis (15/11/2018).
SERANG, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim didampingi Wakil Gubenur Andika Hazrumy menyampaikan bahwa terdapat sedikitnya tiga faktor penyebab tingginya angka pengangguran di Banten, yakni tingkat imigrasi yang sulit ditekan, kesiapan Sumber Daya Lokal (SDM) dalam memenuhi pasar kerja dan banyaknya pekerja paruh waktu yang ikut dikategorikan penganggur oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah dan akan melakukan beberapa langkah strategis, salah satunya adalah dengan membuat nota kesepahaman (MoU) antara Kepala SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri se-Provinsi Banten dengan 500 industri dari berbagai bidang.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Sidang Paripurna Jawaban Gubernur terhadap Pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap pengantar Gubernur mengenai Raperda APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2019 dan Jawaban Gubernur terhadap Pemandangan umum Fraksi-fraksi tentang Penyampaian nota pengantar Raperda usul Gubernur tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil tahun 2018-2038.
Bertempat di Gedung DPRD Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (15/11/2018). Dalam paparannya, Gubernur menyatakan bahwa mengenai tingginya Tingkat Pengangguran di Provinsi Banten yang dipertanyakan oleh seluruh Fraksi dapat dijelaskan bahwa berdasarkan publikasi BPS pada bulan September tahun 2018, tingkat pengangguran di Provinsi Banten mencapai 8, 52 persen.
“Hal ini antara lain dipengaruhi oleh banyak migrasi penduduk dari luar Banten untuk mencari pekerjaan khususnya di daerah industri yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon, ketidaksiapan sumber daya manusia lokal memenuhi kualifikasi pasar kerja dan banyak penduduk bekerja paruh waktu atau kurang dari 5 jam, yang dalam kriteria BPS diidentifikasikan sebagai penganggur,” jelas Gubernur
Adapun upaya yang telah dan akan dilakukan, lanjut Gubernur, meliputi penciptaan iklim investasi yang kondusif, pemberdayaan ekonomi masyarakat, Pembukaan lahan pertanian, bantuan sarana produksi pertanian, penguatan balai latihan kerja dan industri.
“Disamping itu telah dilakukan penandatanganan MoU antara Kepala SMK Negeri dan Swasta dengan pelaku industri, sebanyak 500 MoU. Dengan Hotel di dalam negeri sebanyak 24 MoU, dan dengan Hotel  di luar negeri sebanyak 9 MoU,” terangnya
Selanjutnya, tutur Gubernur, mengenai capaian tingkat kemiskinan tahun 2018 sebesar 5,24 persen dan upaya pencapaian target tahun 2019 sebesar 5,00 persen, sebagaimana dipertanyakan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dapat dijelaskan bahwa angka kemiskinan dapat ditekan menjadi 5,24 persen yang menjadikan Provinsi Banten pada peringkat 4 terendah se-Indonesia.
“Hal tersebut merupakan keberhasilan kita bersama. Keberhasilan ini merupakan hasil intervensi program kegiatan dari Pemprov, disamping itu juga adanya program kegiatan dari pemerintah pusat dan kabupaten/kota. Intervensi yang dilakukan Pemprov Banten antara lain melalui program pendidikan gratis , biaya pengobatan gratis , perbaikan rumah tidak layak huni, usaha ekonomi produktif, kelompok usaha bersama, kewirausahaan pemuda, dan stimulan melalui bantuan sosial. Hal yang sama juga akan terus dilakukan dalam rangka menekan tingkat kemiskinan sebesar 5 persen pada tahun 2019,” ulasnya. (fi)

Serang

Wagub Targetkan Gedung Lifeskill untuk Pemuda Tahun 2020

Published

on

SERANG, MO – Wakil Gubernur Banten, H. Andika Hazrumy mentargetkan pembangunan Gedung Lifeskill untuk pemuda di Provinsi Banten pada tahun 2020 mendatang. Menurut Wagub, Gedung Lifeskill tersebut dibutuhkan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pembinaan pemuda di Provinsi Banten.

“Selain untuk pelatihan, gedung tersebut bermanfaat untuk pembinaan pemuda,” katanya pada Sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 di Pondok Pesantrean Nurul Huda Kec. Baros, Kab. Serang, Rabu, 30 Oktober 2019.

Wagub menyatakan, pada tahun 2020, Provinsi Banten memiliki bonus demografi yang sangat besar. Hal tersebut bermanfaat untuk kemajuan pemuda.

“Ini harus bermanfaat untuk kemajuan kepemudaan,” ujarnya.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus bisa
menangkap peluang tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pelatihan bagi pemuda.

“Lifeskill sangat penting bagi kehidupan pemuda,” kata Wagub.

Lifeskill adalah keterampilan hidup. Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 tahun 2019 dipusatkan di halaman Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Kampung Sawah Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Kegiatan bertujuan bertujuan menstimulasi pengurus karang taruna desa yang ada di Provinsi Banten guna menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan pribadinya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu tonggak tolak ukur bahwa karang taruna adalah wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak yang baik bagi peningkatan sumberdaya yang ada di Provinsi Banten. Kegiatan Rakorda dan Bulan Bakti Karang Taruna 2019 dibuka wagub ditandai pemukulan gong.

Dalam kesempatan tersebu, Wagub memberikan penghargaan kepada 12 perwakilan karang taruna percontohan dari masing-masing desa yang ada di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Selain itu, diberikan penghargaan kepada mitra kerja karang taruna Provinsi Banten. Kegiatan tersebut, dimeriahkan juga dengan rangkaian kegiatan lainnya seperti cek darah,USG, pemberian makanan bergizi, pengecatan pagar masjid dan gotong royong di Desa Baros, Kecamatan Baros Kabupaten Serang.(rils)

Continue Reading

Serang

Wagub Buka Bulan Bhakti Karang Taruna Banten 2019

Published

on

SERANG, MO – Karang Taruna Provinsi Banten dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat mengadakan Bulan Bhakti Karang Taruna Tahun 2019 di Pondok Pesantren Nurul Huda, Sukamanah, Baros, Kab Serang, Rabu (30/10/19).

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy yang juga Ketua Karang Taruna Provinsi Banten membuka secara langsung acara ini dengan ditandai pemukulan gong.

Dalam Bulan Bhakti kali ini Karang Taruna Provinsi Banten memberikan cek kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar dan membagikan makanan sehat yang padat gizi untuk anak-anak.

“Program ini memang sudah rutin dilaksanakan diantaranya dengan membagikan makanan sehat, pengecekan USG bagi ibu-ibu hamil, pengecatan masjid juga kegiatan sosial lainnya yang langsung menyentuh masyarakat”, jelas wagub.

Selain itu wagub juga memberikan stimulan berupa penghargaan kepada dua belas karang taruna percontohan se-Provinsi Banten.

Wagub menambahkan dalam rangka memberikan stimulan kepada karang taruna yang berprestasi juga diberikan alat cuci motor agar digunakan sebagai wadah usaha untuk karang taruna itu sendiri.

Dalam akhir sambutannya wagub mengharapkan bahwa komunikasi antar karang taruna di daerah dan tiap tingkatan di Provinsi Banten dapat dilakukan secara aktif dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Karang Taruna merupakan salah satu tonggak wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan sumber daya manusia yang ada di Provinsi Banten.(bono)

Continue Reading

Serang

Antusiasme Negeri Diatas Awan, Gubernur minta Masyarakat Bersabar

Published

on

SERANG, MO – Melihat tingginya antusiasme pengunjung wisata ke Negeri Di Atas Awan (NDA) Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak,  Gubernur Banten H. Wahidin Halim telah menginstruksikan jajarannya agar menyegarakan pembangunan fasilitas umum, parkir, area foto, dan berbagai fasilitas pengamanan di lokasi tersebut. Hal ini untuk menunjang aktifitas wisata para pengunjung.

“Mohon agar masyarakat bersabar setelah pembagunan infrastruktur selesai dilaksanakan,” ujar Gubernur Banten di Kota Serang, Senin (23/9/2019).

Atas kondisi tersebut, Gubernur  melakukan langkah antisipasi  di antaranya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar ada imbauan kepada pengunjung di lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan infrastruktur baik jalan maupun sarana penunjang lainnya.

Gubernur langsung menggelar rapat dengan dinas terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut termasuk pembangunan masjid.  Apalagi jalan melalui Citorek hingga ke arah Banten Selatan menuju Bayah yang ditergetkan akan selesai pada 2020 mendatang. Di sana akan terlihat hamparan pantai Sawarna dari puncak bukit yang akan menambah daya tarik destinasi NDA.

Bagi yang akan berkunjung ke sana, kata Gubernur, memang harus mengetahui informasi secara jelas dan perlu memahami secara rinci. Jika Negeri Di Atas Awan merupakan area yang baru terbuka dengan berbagai fasilitas wisata yang masih minim dan hanya dikelola secara lokal oleh warga setempat. Ini perlu benar-benar prepare segala perbekalan sebelum berangkat menuju NDA.

“Apalagi jika membawa balita, terutama bagi yang ingin melihat sunrise pada pagi hari dan harus menginap di tenda-tenda yang disediakan warga karena belum ada penginapan atau cottage,” ungkap Gubernur Wahidin Halim (WH).

Lantaran kekuatan media sosial yang terus menampilkan wisata Negeri Di Atas Awan (NDA), Citorek,  menyebabkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung dan melihat langsung destinasi wisata baru di Banten itu semakin hari semakin bertambah. Kendati hingga saat ini Gubernur Banten Wahidin Halim tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan penyediaan sejumlah fasilitas pendukung. Namun melebihi animo masyarakat untuk berbondong-bondong merasakan langsung suasana wisata alam NDA yang tidak semua daerah di Indonesia memilikinya.

“Saya bersyukur sekaligus bangga bahwa destinasi wisata baru ini banyak diminati masyarakat. Akan tetapi, masyarakat ada baiknya mendapatkan informasi akurat bahwa tempat itu masih baru dan belum dilengkapi banyak fasilitas, baru sebatas dikelola warga setempat. Sehingga, jika ingin ke sana harus mempersiapkan perbekalan dengan baik,”jelas Gubernur.(bono)

Continue Reading

Trending