Connect with us

Serang

Pemprov Banten Kebut Tanggulangi Pengangguran

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim didampingi Wakilnya, Andika Hazrumy memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna, Kamis (15/11/2018).

SERANG, MO  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran di Provinsi Banten. Pasalnya berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan September tahun 2018, tingkat pengangguran di Provinsi Banten mencapai 8,25 persen.

Hal itu diungkapkan Gubernur Banten, Wahidin Halim pada rapat paripurna jawaban Gubernur  Banten atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Banten terhadap penyampaian nota pengantar Raperda tentang APBD tahun 2019, Kamis (15/11/2018).

WH sapaan akrab Gubernur mengatakan upaya yang telah dan akan dilakukan untuk menurunkan tingkat pengangguran meliputi penciptaan iklim investasi yang kondusif, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembukaan lahan pertanian dan penguatan balai latihan kerja dan industri.

“Disamping itu telah dilakukan kerjasama antara kepala sekolah negeri dan swasta dengan dunia industri sebanyak 500 MoU, dengan hotel didalam negeri sebanyak 24 MoU dan dengan hotel luar negeri sebanyak 9 MoU,” kata WH.

Mantan Sekda Kota Tangerang itu juga mengungkapkan ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat pengnguran di Banten yaitu, masih banyaknya migrasi penduduk dari luar Banten untuk mencari pekerjaan khusunya di daerah industri yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon, serta faktor ketidaksiapan sumber daya manusia lokal memenuhi kualifikasi pasar kerja.

“Banyaknya penduduk yang bekerja paruh waktu atau kurang dari lima jam yang dalam kriteria BPS diidentifikasi sebagai penganggur,” jelasnya.

Persoalan lain, adanya calo tenaga kerja yang bisa memasukkan masyarakat sebagai pegawai di sebuah perusahaan. Terutama di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, sebagai daerah penyumbang industri TPT tertinggi di Banten.

Meski begitu, Gubernur WH mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Provinsi Banten dapat ditekan menjadi 5,24 persen pada tahun 2018. Bahkan pada tahun 2019 ditarget menurun hingga 5,00 persen.

“Intervensi yang dilakukan Pemprov Banten antara lain melalui program pendidikan gratis, biaya pengobatan gratis, perbaikan rumah tidak layak huni, usaha ekonomi produktif dan stimulan melalui bantuan sosial,” ungkapnya.

“Keberhasilan ini hasil kerja keras bersama, disamping juga adanya program-program dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota,” tambahnya.

Mengenai bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota, Gubernur mengakui untuk tahun 2019 memang lebih kecil dibanding tahun 2018. Namun demikian alokasi anggaran program dan kegiatan pada OPD provinsi dengan berlokasi di kabupaten/kota telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kita anggarkan untuk program pendidikan, kesehatan dan infrastruktur sebagai langkah percepatan untuk mewujudkan target RPJMD tahun 2017-2022,” katanya. (fi)

Serang

Kwarda Didik Personil Pengelola Dewan Kerja se Banten

Published

on

SERANG, MO – Lebih dari 70 personil pengelola Dewan Kerja Gerakan Pramuka se Provinsi Banten, berkumpul untuk mengikuti kegiatan Kursus Pengelolaan Dewan Kerja (KPDK) di Gedung Kwarda Banten, Kemang, Serang. Kursus dilakukan dari Kamis hingga Minggu (24/11) nanti.

Pelatihan yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta agar mahir menjadi pemimpin tersebut, menjadi agenda tahunan Kwarda Banten dalam mencetak kader kader bagi organisasi ke depan. Peserta sendiri berasal dari Pramuka tingkat Penegak dan Pandega se Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bina Muda Kwarda Banten, Eneng Nurcahyati mengatakan, kursus KPDK penting diikuti oleh para pengelola Dewan Kerja baik di tingkat kabupaten (DKC), atau Dewan Kerja di tingkat kecamatan (DKR).

” Dewan kerja itu wadah pembinaan dan pengembangan kepemimpinan dalam gerakan pramuka bagi pramuka penegak dan pandega,” ucap Eneng Nurcahyati, Kamis (21/11).

Lebih lanjut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten ini menjelaskan, para peserta yang ikut kursus merupakan orang orang pilihan sehingga bisa menjadi pengelola Dewan Kerja di Gerakan Pramuka.

” Kaka Kaka peserta ini orang hebat, orang pilihan. Termasuk ujung tombak dalam pelaksana keputusan yang diambil kwartir,” ibuhnya seraya menambahkan, dari kegiatan KPDK ini diyakini akan mencetak anggota pramuka yang akan menjadi pemimpin di semua sektor kehidupan.

Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan Saefullah mengatakan, peserta kursus selama 4 hati kedepan diikuti oleh 74 orang yang berasal dari para pengurus Dewan Kerja dari tingkat Kabupaten dan Kecamatan se Provinsi Banten. Pada pembukaan sendiri dihadiri sekretaris Kwarda Banten, wakil Ketua Abdimasgana, Kapusdiklatda, serta jajaran pengurus Andalan Kwarda Banten.(darma)

Continue Reading

Serang

Wagub Targetkan Gedung Lifeskill untuk Pemuda Tahun 2020

Published

on

SERANG, MO – Wakil Gubernur Banten, H. Andika Hazrumy mentargetkan pembangunan Gedung Lifeskill untuk pemuda di Provinsi Banten pada tahun 2020 mendatang. Menurut Wagub, Gedung Lifeskill tersebut dibutuhkan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pembinaan pemuda di Provinsi Banten.

“Selain untuk pelatihan, gedung tersebut bermanfaat untuk pembinaan pemuda,” katanya pada Sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 di Pondok Pesantrean Nurul Huda Kec. Baros, Kab. Serang, Rabu, 30 Oktober 2019.

Wagub menyatakan, pada tahun 2020, Provinsi Banten memiliki bonus demografi yang sangat besar. Hal tersebut bermanfaat untuk kemajuan pemuda.

“Ini harus bermanfaat untuk kemajuan kepemudaan,” ujarnya.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus bisa
menangkap peluang tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pelatihan bagi pemuda.

“Lifeskill sangat penting bagi kehidupan pemuda,” kata Wagub.

Lifeskill adalah keterampilan hidup. Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 tahun 2019 dipusatkan di halaman Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Kampung Sawah Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Kegiatan bertujuan bertujuan menstimulasi pengurus karang taruna desa yang ada di Provinsi Banten guna menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan pribadinya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu tonggak tolak ukur bahwa karang taruna adalah wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak yang baik bagi peningkatan sumberdaya yang ada di Provinsi Banten. Kegiatan Rakorda dan Bulan Bakti Karang Taruna 2019 dibuka wagub ditandai pemukulan gong.

Dalam kesempatan tersebu, Wagub memberikan penghargaan kepada 12 perwakilan karang taruna percontohan dari masing-masing desa yang ada di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Selain itu, diberikan penghargaan kepada mitra kerja karang taruna Provinsi Banten. Kegiatan tersebut, dimeriahkan juga dengan rangkaian kegiatan lainnya seperti cek darah,USG, pemberian makanan bergizi, pengecatan pagar masjid dan gotong royong di Desa Baros, Kecamatan Baros Kabupaten Serang.(rils)

Continue Reading

Serang

Wagub Buka Bulan Bhakti Karang Taruna Banten 2019

Published

on

SERANG, MO – Karang Taruna Provinsi Banten dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat mengadakan Bulan Bhakti Karang Taruna Tahun 2019 di Pondok Pesantren Nurul Huda, Sukamanah, Baros, Kab Serang, Rabu (30/10/19).

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy yang juga Ketua Karang Taruna Provinsi Banten membuka secara langsung acara ini dengan ditandai pemukulan gong.

Dalam Bulan Bhakti kali ini Karang Taruna Provinsi Banten memberikan cek kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar dan membagikan makanan sehat yang padat gizi untuk anak-anak.

“Program ini memang sudah rutin dilaksanakan diantaranya dengan membagikan makanan sehat, pengecekan USG bagi ibu-ibu hamil, pengecatan masjid juga kegiatan sosial lainnya yang langsung menyentuh masyarakat”, jelas wagub.

Selain itu wagub juga memberikan stimulan berupa penghargaan kepada dua belas karang taruna percontohan se-Provinsi Banten.

Wagub menambahkan dalam rangka memberikan stimulan kepada karang taruna yang berprestasi juga diberikan alat cuci motor agar digunakan sebagai wadah usaha untuk karang taruna itu sendiri.

Dalam akhir sambutannya wagub mengharapkan bahwa komunikasi antar karang taruna di daerah dan tiap tingkatan di Provinsi Banten dapat dilakukan secara aktif dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Karang Taruna merupakan salah satu tonggak wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan sumber daya manusia yang ada di Provinsi Banten.(bono)

Continue Reading

Trending