Connect with us

general

100 Polisi Disiagakan Pada Malam Puncak Hari Raya Waisak di Tangerang

Published

on

TANGERANG, MO – Kepolisian Polrestro Tangerang Kota telah menyiapkan sedikitnya 100 personil untuk mengamankan malam puncak hari raya Waisak 2018. Selain pengamanan. Ratusan polisi tersebut akan tersebar di beberapa Vihara di Kota ini.

Menurut Kabagops Polrestro Tangerang Kota AKBP Sucipto, pihaknya telah mensiagakan 100 personilnya itu di enam Vihara. Tidak sampai disitu, pihaknya juga akan dibantu dari jajaran Polsek sekitar.

Dirinya juga memberikan instruksi khusus kepada polisi yang mengamankan ke enam Vihara tersebut, agar tetap waspada terhadap ancaman teror.

“Anggota harus tetap waspada terhadap ancaman teroris, dan tidak boleh lengah. Jangan lupa berdoa kpd Allah SWT disetiap giat,” ungkap dia, Selasa (29/5).

Keenam Vihara tersebut yakni, Vihara Boen San Bio di wilayah Polsek Karawaci, Pandu Mutiara, Indraloka Benteng dan Sasana Subhasita di wilayah Polsek Tangerang, Puna Sampada Tmn Nusa di wilayah Polsek Jatiuwung, Sad Saddha, Mahabodi, Dama Desana dan Tri Dharma Sewan di wilayah Polsek Neglasari. Kemudian di wilayah Polsek Benda terdapat dua Vihara Dharma Ratna serta Dharma Ratna, selanjutnya di wilayah Polsek Pakuhaji pengamanan akan dilakukan di Vihara Isipatana. (candra)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

general

WH Curhat Pengangguran Lulusan SMK Banten

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim menghadiri  pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembagunan Regional (Musrenbangreg) 2018 Jawa-Bali di Hyatt Regency Hotel, Yogyakarta, Rabu (17/10/2018).

YOGYAKARTA, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim menghadiri  pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembagunan Regional (Musrenbangreg) 2018 Jawa-Bali di Hyatt Regency Hotel, Yogyakarta, Rabu (17/10/2018).

Gubernur Banten menyinggung hubungan antara sekolah dengan Industri. Di Banten, menurutnya, masih banyak pengganguran lulusan SMK. Padahal sekolah itu merupakan rujukan untuk menyiapkan tenaga kerja.

“Ini kendalanya karena instruktur/tenaga pengajar yang ada tidak mempunyai kompetensi ,untuk itu, saya akan membenahi bagaiman agar lulusan-lulusan SMK di Banten ini, bisa siap  pakai dalam dunia kerja,Pendidikakan di Banten menjadi Prioritas,” terangnya.

WH panggilan akrab Wahidin Halim, menyebut ada 14 ribu industri di Banten  dan mereka mulai beralih ke jawa tengah dengan dalih upah yang lebih murah. WH menilai itu berdampak terhadap meningkatnya pengangguran di Banten.

“Untuk itu kita akan mengembangkan model-model pendidikan yang ketika mereka sudah lulus sekolah tidak  lagi menganggur, ini yang sedang kita rintis,” ujar Gubernur.

Dalam Pelaksanaan Musrenbangreg 2018 Gubernur Se Jawa Bali  menghasilkan rumusan  strategis  untuk  menghadapi revolusi Industri dan sebagai langkah konkrit menyiapkan  kualitas Sumber daya manusia yang akan  disampaikan kepada pemerintah pusat.

Sejumlah rekomendasi itu di antaranya, peningkatan kebijakan antarlini pemerintah dalam  mendukung implementasi making Indonesia 4.0 terutama terkait perindustrian, ketenagakerjaan dan teknologi informasi dan sector sector terkait dalam mengantisipasi perubahan ketenagakerjaan dan kondisi perekonomian Indonesia di masa  yang akan datang. (fi)

Continue Reading

Opini

Antara Hoax Dan Kebencian (3-habis)

Published

on

By

metaonline.id
Prof. Tjipta Lesmana, Pakar Komunikasi. (istimewa)

METAONLINE,- Apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, dari kacamata ilmu komunikasi, masuk dalam kateri hoax, sekaligus juga ujaran kebencian. Secara substantif, tindakan Ratna memang hoax. Menciptakan dan menyebarluaskan berita palsu, atau informasi yang sama sekali tidak punya dasar atau faktanya.

Bahwa dia dianiaya beberapa pria di dalam mobil hingga bengkak dan lebam wajahnya, ternyata bohong belaka dan tidak lebih karangan dia sendiri sebagaimana yang kemudian diakuinya dalam jumpa pers, sambil menangis…….

Tapi apa sesungguhnya motivasi di balik perbuatan Bu Ratna? Ingat, orang berkomunikasi selalu karena mempunya motif atau tujuan tertentu.

Tujuan Ratna Sarumpaet, menurut keyakinan saya adalah untuk menciptakan KEBENCIAN TOTAL terhadap pemerintah Jokowi. Ia ingin menyusun bingkai/potret tentang pemerintah Jokowi.

Potret itu kira-kira mengandung pesan sebagai berikut: “Untuk memenangkan pertarungan Pemilu tahun depan, petahana menggunakan segala cara, termasuk cara-cara mafia, yaitu memberangus dan mematikan lawan-lawan politiknya.

”Potret dan bingkai yang kemudian disebar luaskan kepada seluruh rakyat Indonesia ini demi meyakinkan rakyat bahwa “Pemerintah Jokowi sesungguhnya jahat, pengagum dan pelaksana teori Antionio Macchiavelli (to be or not to be). **Baca juga: Antara Hoax Dan Kebencian (1)

Oleh sebab itu, kita harus berjuang all out untuk menumbangkan rezim yang zalim ini !!” Bahwa begitu banyak politisi pendukung kubu PrabowoSandi yang menelan bulatbulat pesan yang dilontarkan lewat bingkai/potret yang disusun oleh Ratna juga mengandung meaning yang kuat: “Memang, pemerintah Jokowi jahat dan pantas dilawan dan dijatuhkan!”

Itulah ujaran kebencian dalam kategori keempat menurut McDevitt dan Levin yang disebut “mission defenders”, bentuk ujaran kebencian yang paling jahat dari 4 bentuk ujaran kebencian. **Baca juga: Antara Hoax Dan Kebencian (2)

Namun, setelah potret/bingkai palsu yang dibuat oleh Bu Ratna ambruk, diambrukkan oleh si pelakunya sendiri, dengan sendirinya pesan yang terkandung di dalamnya pun ambruk. Artinya, publik secara total tidak mempercayai kehilangan isi potret itu; bahkan berbalik membenci Bu Ratna………

Kasihan memang orang-orang yang sudah kelibet libido untuk berkuasa !! Perilaku mereka kadang tidak masuk akal sama sekali.

Oleh: Prof. Tjipta Lesmana (Pakar Komunikasi)
(Sir/bbs/net)

Continue Reading

Opini

Antara Hoax Dan Kebencian (2)

Published

on

By

metaonline.id
Prof. Tjipta Lesmana, Pakar Komunikasi. (istimewa)

METAONLINE,- Hoax adakalanya diciptakan oleh pemerintah sendiri. Pada masa pemerintahan George Bush, media Amerika ramai-ramai pernah memberitakan serangan membabi-buta tentara Irak atas sebuah rumah sakit anak. Mereka dikabarkan membantai pasien anak-anak itu. Muncul kebencian tinggi rakyat Amerika terhadap rezim Saddam Hussein.

Kebencian itu dieksploitasi oleh pemerintah Bush untuk membenarkan kebijakan menjatuhkan pemerintah Saddam. Di kemudian hari terbukti bahwa pemberitaan itu ternyata bohong belaka, tidak lebih ciptaan penguasa Amerika……

Hoax dan ujaran kebencian memiliki kesamaan, yaitu dalam hal motivasi. Kedua bentuk komunikasi ini acapkali sama-sama bertujuan untuk membangkitkan kebencian orang banyak. Dalam contoh pemberitaan di atas, tujuannya jelas: untuk menciptakan kebencian rakyat Amerika terhadap pemerintah Saddam Hussein.

Dalam kasus Oom Liem, tujuan hoax yang lebih besar untuk menciptakan rasa tidak percaya pada perekonomian Indonesia, yang ujung-ujungnya ya kebencian pada pemerintah.

Dua akademisi Amerika, McDevitt and Levin pernah melakukan riset tentang ujaran kebencian. Mereka membagi ujaran kebencian dalam 4 kategori: thrill-seekers, defensive, retaliatory, dan apa yang dinamakan “mission-offenders”.

Kategori pertama adalah perbuatan spontan seperti “orang gila” yang berteriak-teriak di jalan-jalan dengan sasaran kelompok tertentu. Kategori kedua, ujaran kebencian dilontarkan untuk membela kelompok orang tertentu yang sebelumnya menjadi korban tindakan pihak lain.

Kategori ujaran kebencian ke-3: untuk membalas dendam. Jadi, kebencian dilawan dengan kebencian. Yang paling jahat dan paling berbahaya, menurut McDevitt dan Levin, adalah ujaran kebencian kategori ke-4, yakni mission offenders. Si pelaku menganggap dirinya “pahlawan” atau “pembantai” yang mengemban misi untuk membinasakan pesaing-pesaingnya, bisa kelompok suku, atau agama, bisa juga pemerintah. Semboyan mereka: perang total melawan lawan-lawannya sampai titik darah terakhir.

 

Oleh: Prof. Tjipta Lesmana (Pakar Komunikasi)
(Sir/bbs/net)

Continue Reading

Trending